Home / Headline / Nasional / Politik / Top News

Selasa, 17 September 2019 - 17:54 WIB

Dinilai Tak Lagi Perjuangkan Masyumi, PBB Ditinggalkan Ormas Islam Pendirinya

Musyawarah Wali Amanah PBB Memytyskan melepaskan diri dari PBB di Gedung DDII, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Musyawarah Wali Amanah PBB Memytyskan melepaskan diri dari PBB di Gedung DDII, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Nasionalpos.com, Jakarta –  Wali Amanah Partai Bulan Bintang (PBB) yang merupakan wadah sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam pendiri PBB menyatakan melepaskan diri dari PBB. Wali Amanah menilai partai yang kini dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu bukan lagi sebagai partai penerus tradisi dan perjuangan politik Masyumi.

Keputusan Wali Amanah itu diambil dalam sebuah musyawarah dipimpin oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan di lantai dua Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Ormas Islam pendiri PBB, diantaranya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (PERSIS), Hidayatullah dan lainnya.

“Iya, barusan musyawarah Wali Amanah PBB selesai dipimpin Kyai Cholil Ridwan. Hasilnya seperti yang tertulis di dokumen ini,” kata DR. Masri Sitanggang, Wakil Koordinator Wali Amanah PBB sembari menunjukkan surat berisi keputusan Musyawarah Wali Amanah PBB kepada wartawan.

Adapun isi surat keputusan Wali Amanah PBB yang ditanda tangani oleh Koordinator KH. Cholil Ridwan dan Sekretaris H. Taufik Hidayat, S.SoS, MA tersebut adalah :

Berdasarkan surat permintaan Majlis Syuro PBB nomor 127/MP/PBB/VII/1440 tanggal 02 Juli 2019 perihal permohonan untuk memberi masukan konstruktif kepada PBB agar terjadi langkah langkah perbaikkan di PBB. Oleh sebab itu, KH. Ahmad Cholil Ridwan berinisiatif untuk mengkoordinir para ormas pendiri/wali amanah, ulama dan tokoh ummat untuk mengadakan musyawarah bersama pada tanggal 27 Juli 2019 agar masukan yang diberikan dapat disampaikan secara bersama sama kepada PBB melalui Majlis Syuro PBB.

Baca Juga  MA : PK Irman Gusman Dikabulkan

Hasil musyawarah wali amanah tersebut telah disampaikan langsung oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan yang mewakili wali amanah kepada Ketua Majlis Syuro PBB yaitu Bapak MS Ka’ban pada tanggal 27 Juli 2019 tersebut. Maka, sesuai dengan point 5 hasil musyawarah tersebut yang menyatakan bahwa wali amanah akan mengadakan rapat kembali untuk mengevaluasi respon terhadap masukan tersebut, Maka Wali Amanah PBB bersama ulama dan tokoh ummat pada hari ini tanggal 17 September 2019 telah bermusyawarah dengan keputusan

sebagai berikut :

1. Sesuai dengan poin 4 hasil musyawarah Wali Amanah tanggal 27 Juli 2019, yaitu apabila DPP PBB tidak merespon masukan dari wali amanah, maka wali amanah akan berlepas diri dan menyatakan tidak ada kaitannya lagi dengan PBB baik secara historis,

Ideologis maupun organisasi. Wali Amanah (ormas-ormas pendiri) PBB menilai bahwa langkah dan perjuangan politik PBB akhir- akhir ini telah menyimpang dari maksud pembentukannya semula yang seharusnya menjadi penerus cita cita perjuangan Partai Masyumi yang bertujuan untuk “terlaksananya ajaran dan hukum Islam dalam kehidupan orang-seorang, masyarakat, dan negara Republik Indonesia,

Baca Juga  Mantan Menpora Imam Nahrowi Dituntut 10 Tahun Penjara Terkait Suap Dana Hibah KONI

menuju keridhaan Illahi” (AD ART Partai Masyumi tahun 1952). Oleh karena itu Wali Amanah menyatakan bahwa PBB bukan lagi sebagai partai penerus tradisi dan perjuangan politik Masyumi dan karena itu pula Wali Amanah tidak akan menyalurkan aspirasi politiknya melalui PBB lagi.

2. Oleh sebab itu, agar masih wujud wadah perjuangan politik penerus cita cita perjuangan Partai Masyumi maka ormas ormas Wali Amanah PBB dan ormas ormas Islam lain diluar Wali Amanah PBB bersama ulama dan tokoh ummat yang se-Misi dan se-Visi dengan Wali Amanah PBB akan mengkaji sedalam dalamnya dan secepat cepatnya model perjuangan yang akan dilakukan untuk meneruskan cita cita perjuangan Partai Masyumi pengganti PBB.

3. Selanjutnya untuk mempercepat proses pada Point ke 3 diatas, maka Wali Amanah PBB membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis

(BPU – PPII) dengan komposisi sementara yaitu :

a. Koordinator : KH. Ahmad Cholil Ridwan

b. Wakil Ketua : Dr. H. Masri Sitanggang

c. Sekretaris : H. Taufik Hidayat, S.SoS, MA

Ketiga nama tersebut diatas akan melakukan koordinasi secara intensif untuk bersilaturahim dan mengajak ormas ormas Islam, tokoh dan ulama untuk Bersama sama di dalam struktur BPU-PPII.

4. Memberikan mandat kepada Dr. Masri Sitanggang untuk membentuk kepanitiaan

khusus dalam hal hal penyiapan teknis untuk memudahkan kerja kerja BPU-PPII.

Demikianlah keputusan musyawarah wali amanah PBB ini dibuat. Semoga Allah senantiasa

melindungi dan menyelamatkan ummat Islam di Indonesia untuk menjadi ummat yang berdaulat dan sejahtera lahir dan bathin. (*)

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Polres Metro Jakbar Gelar Giat Hari Lahirnya Pancasila

Megapolitan

Ada Apa Dibalik Pencoretan Nama TGUPP DKI?

Ekonomi

Ribuan Orang Mudik Lebaran Lewat Pelabuhan Bakauheni

Top News

Taufik dan Bestari Diperiksa KPK kasus Reklamasi

Nasional

Keputusan Majelis Syura PBB Dukung Capres Prabowo Akan Disosialisasikan di Rakornas

Ekonomi

Mayoritas Saham Asabri Kini Dibawah IPO

Headline

KAMI, Indonesia Menggugat

Ekonomi

Ketua YDN: Kebijakan Ekspor Amran Sukses Angkat Pamor Durian Lokal, Neraca Perdagangan Durian Surplus