Home / Ekonomi / Headline / Top News

Minggu, 19 April 2020 - 19:35 WIB

Dirjen Pajak Beri Relaksasi Laporan SPT Tahunan Hingga 30 Juni 2020

Nasionalpos.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengumumkan adanya relaksasi atau kelonggaran bagi wajib pajak dalam penyampaian dokumen kelengkapan SPT tahunan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, wajib pajak badan dan wajib pajak orang pribadi yang menyelenggarakan pembukuan dengan akhir tahun buku 31 Desember 2019 harus menyampaikan SPT tahunan tahun pajak 2019 paling lambat tanggal 30 April 2020, kini diberi penyampaian dokumen kelengkapan SPT paling lambat tanggal 30 Juni 2020.

Dengan relaksasi ini diharapkan wajib pajak dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan tidak menunda menyetorkan pajak yang terutang karena pajak yang dibayarkan sangat diperlukan oleh negara dalam penanganan wabahCovid-19. Wajib pajak badan juga dapat memanfaatkan penghitungan angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2020 dengan menggunakan tarif PPh yang lebih rendah (22%).

Baca Juga  Brigjen Pol. Setyo Budiyanto Jabat Direktur Penyidikan KPK

“Kebijakan relaksasi ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: 06 /PJ/2020 tanggal 17 April 2020 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2019 Sehubungan dengan Pandemi Coronavirus Disease 2019,” tulis DJP dalam keterangan pers, (19/4/2020).

Bagi wajib pajak badan SPT tahunan yang disampaikan hingga 30 April 2020 cukup berupa:

• Formulir 1771 beserta lampiran 1771 I – IV

• Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan yang disampaikan sebagai pengganti

sementara dokumen laporan keuangan

• Bukti pelunasan pajak jika SPT kurang bayar

Bagi wajib pajak orang pribadi pengusaha atau pekerja bebas, SPT tahunan yang disampaikan hingga 30 April 2020 cukup berupa:

Baca Juga  Setelah Buron, Penyuap Mantan Sekjen MA Diciduk KPK

• Formulir 1770 dan lampiran 1770 I – IV

• Neraca menggunakan format sederhana

• Bukti pelunasan pajak jika SPT kurang bayar

Selanjutnya, penyampaian dokumen kelengkapan SPT Tahunan berupa laporan keuangan lengkap dan berbagai dokumen kelengkapan yang dipersyaratkan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor:02/PJ/2019 paling lambat tanggal 30 Juni 2020, dilakukan dengan menggunakan formulir SPT pembetulan.

Wajib pajak tidak dikenakan sanksi denda atas keterlambatan penyampaian SPT tahunan, namun jika ada kekurangan bayar dalam SPT tahunan yang disetorkan setelah 30 April 2020 tetap dikenakan sanksi bunga sebesar dua persen per bulan.

Wajib pajak yang ingin memanfaatkan relaksasi ini harus menyampaikan pemberitahuan sebelum menyampaian SPT. Pemberitahuan tersebut disampaikan secara online melalui www.pajak.go.id.

Selain itu, fasilitas ini tidak dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang menyatakan lebih bayar dan meminta restitusi dipercepat (pengembalian pendahuluan), atau oleh wajib pajak yang menyampaikan SPT setelah 30 April 2020. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Jamur Merang Penggerak Ekonomi Masyarakat Susukan

Headline

Makan Nasi Goreng, Ternyata Surya Paloh dan Airlangga Bahas Soal Pilpres 2024

Nasional

Adakah Kepentingan PDI-P Dibalik Penunjukan Pejabat Gubernur Dari Polri?

Top News

Bupati Ngada, Cagub NTT Diusung PDIP Jadi Tersangka KPK

Headline

Ribuan Warga Intan Jaya, Papua Mengungsi Pasca Bentrok Senjata TNI Vs OPM

Ekonomi

Jokowi Perintahkan Evaluasi Proyek Strategis

Headline

Update Data Sebaran Corona di Indonesia, Jumat (31/7/2020)

Ekonomi

Surplus Perdagangan Indonesia Akibat Pulihnya Ekonomi Global