Home / Headline / Hukum / Top News

Rabu, 14 Juli 2021 - 07:33 WIB

Ditahan Polisi Semalam, dr. Lois Akhirnya Dilepas

Dokter Lois

Dokter Lois

NasionalPos.com, Jakarta – Setelah ditahan semalam di Rutan Bareskrim Mabes Polri, dr Lois Owien akhinya kembali dibebaskan pihak Polri. Dia  dilepaskan setelah mengaku bersalah dan berjanji tidak akan melarikan diri.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dir Tipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi mengatakan, alasan Polri membebaskan dr Lois, karena sesuai konsep Polri yang Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Yang bersangkutan (dr Lois) menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” kata Slamet kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga  Tiga Raperda akan dibahas di DPRD DKI Jakarta

Menurutnya, alasan lain dr Lois dibebaskan karena Polri kini mengedapankan pendekatan preventif dalam menindaklanjuti kasus tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

“Kami melihat bahwa pemenjaraan bukan upaya satu-satunya, melainkan upaya terakhir dalam penegakan hukum, atau diistilahkan ultimum remidium. Sehingga, Polri dalam hal ini mengendepankan upaya preventif agar perbuatan seperti ini tidak diikuti oleh pihak lain,” katanya.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya resmi menahan dan menetapkan dokter Lois sebagai tersangka  atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial terkait pandemi covid-19.

“Iya, dilakukan penahanan oleh penyidik,” kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto kepada wartawan, Senin (12/7/2021).

Baca Juga  Menkumham Janji Pecat Oknum Pungli di Instansinya

Lois dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan Undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Perkara dugaan penyebaran berita bohong tersebut ditangani oleh Mabes Polri, setelah penyidik menerima pelimpahan perkara dari Polda Metro Jaya. (*)

Share :

Baca Juga

Hukum

Dilarang Pesta Malam Tahun Baru di Jakarta

Headline

Gugus Tugas Tutup Identitas Pabrik Jadi Kluster Berpotensi Episentrum Pandemi Corona

Top News

Ketum PPP Dicecar KPK soal Uang Rp1,4 Miliar di Rumah Wabendum PPP

Nasional

TNI akan Membangun Medan Latihan di Perbatasan

Headline

EKs Ketua KPK Pertanyakan Barang Bukti Rp456 Miliar Terkait Kasus Bank Bali

Top News

Presiden segera tetapkan Hakim Konsitusi pengganti Patrialis Akbar

Headline

Pemerintah Jadikan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi Lokasi Karantina Covid-19

Headline

Update Data Corona (2/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 180.971 Orang dan Meninggal 7.616 Orang