Home / Headline / Nasional / Top News

Jumat, 22 Mei 2020 - 15:51 WIB

Doni Monardo: Status Darurat Bencana Nasional Hadapi Pandemi Covid-19 Masih Berlaku

NasionalPos.com, Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan status darurat bencana nasional masih berlaku. Mengingat, penyebaran pandemi virus Corona (Covid)-19 masih terus terjadi di Indonesia.

Doni menandaskan, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional pada 13 April 2020 lalu mash berlaku. Sehingga, status bencana nasional masih diberlakukan.

“Status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku,” ujar Doni Monardo, Jumat (22/5/2020).

Dijelaskannya, merujuk pada Keppres tersebut maka status keadaan darurat bergantung pada dua indikator utama. Pertama, penyebaran virus yang masih terjadi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah terdampak dan implikasi pada aspek sosial-ekonomi.

Baca Juga  Misa Malam Natal di Kota Tanjungbalai Aman dan Lancar

Diketahui, hingga Kamis (21/5/2020) angka kasus positif Covid-19 masih bertambah. Di samping itu, besarnya kasus dalam sebulan terakhir menunjukkan penularan terjadi pada transmisi lokal. Ini berarti semakin banyak infeksi virus yang terdeteksi semakin banyak transmisi lokal yang sedang terjadi.

Kedua, terkait status global pandemik yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia, WHO, sejak 11 Maret 2020 lalu.

Baca Juga  Lepas Lockdown, Shlat Id di Malaysia Dibatasi 30 Jamaah

“Selama pandemi global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk Covid-19,” terang Doni.

Artinya, selama WHO belum mencabut penetapan tersebut, selama itu juga status pandemi tetap ada.

Dengan diberlakukannya status bencana nasional, menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya secara nyata dan konsisten terhadap bahaya keterpaparan virus Corona.

Sementara itu, Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 1 menyebutkan bahwa epidemi dan wabah penyakit termasuk dalam bencana nonalam.

Berdasarkan UU tersebut, penetapan bencana nasional didasarkan pada jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Abu Janda Diam-Diam Diperiksa Polisi Soal Laporan KNPI

Ekonomi

Menkeu Sebut Proyek Infrastuktur Kerap Ditolak Pemda Karena Tak Sesuai Kebutuhan

Headline

Mahfud Telepon Jaksa Agung Agar Tangkap Joko Tjandra

Top News

Penentuan Awal Ramadan di Amerika Serikat

Headline

Gilirian ISIS Diburu Taliban

Headline

Kejagung Mengaku Belum Ada Tersangka Jiwasrayagate

Headline

Jokowi Akan Buka Semua Sektor Secara Bertahap di Tengah Pandemi Corona

Nasional

Semarak Ramadhan , GL Pro 08 dan Relawan Anies-Sandi Gelar SOTR – Bukber