Home / Internasional

Rabu, 24 Mei 2017 - 21:09 WIB

Ethiopia Terancam Darurat Kelaparan Pasca Musim Kemarau

Nairobi,NasionalPos — Bencana kelaparan di Ethiopia kemungkinan akan mencapai tingkat darurat, dan jumlah orang yang membutuhkan bantuan pangan akan meningkat dari angka 7,7 juta saat ini. Para ahli menilai, hal itu karena kekeringan yang melanda Ethiopia menghancurkan ternak-ternak mereka, hujan tak menentu dan bantuan tidak mencukupi.

Kekeringan berkepanjangan yang diikuti oleh banjir mendorong jutaan orang di Afrika Timur dilanda krisis. Di mana menurut data dari PBB, tujuh juta orang di Somalia membutuhkan bantuan. Somalia bergulat dengan tingkat kelaparan global tertingggi dalam beberapa dasawarsa.

“Meskipun curah hujan meningkkat pada akhir April hingga awal Mei di banyak wilayah di Ethiopia, hasil ketahanan pangan masih diperkirakan akan memburuk,” menurut Sistem Jaringan Peringatan Dini Kelaparan (FEWS NET) yang berbasis di Amerika Serikat, Rabu (24/5).

Baca Juga  JK Berangkat Ke Kabul Bantu Cari Solusi Konflik Afghanistan

FEWS NET juga memperkirakan tempat penggembalaan di Ethiopia tenggara akan menjadi korban terburuk akibat kekeringan tersebut. Dengan demikian, dapat menyebabkan kelaparan mencapai tingkat darurat pada level empat dari lima level. Di mana tingkat kelima adalah kelaparan.

Padang rumput dan cadangan air diperkirakan akan habis pada awal Juni. Berarti sumber daya pusat peternakan akan menurun dengan cepat dan kemudian berdampak pada kondisi tubuh ternak. Sementara itu, hujan berikutnya diperkirakan akan datang lagi pada bulan Oktober mendatang.

Adapun jumlah orang Ethiopia yang membutuhkan bantuan pangan meningkat menjadi 7,7 juta orang, dari 5,6 juta orang, antara Januari dan April. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat pada paruh kedua tahun ini. Hal itu dikemukakan oleh Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB pekan ini.

Baca Juga  Pertamakali Kapal AS Tembakkan Rudal

“Peningkatan pendanaan sangat dibutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan segera untuk air minum bersih, yang sebagian besar dikirim melalui  truk jarak jauh, karena sumur telah mengering,” kata pernyataan organisasi tersebut. Sementara itu, pemerintahan Donald Trump telah mengusulkan untuk melakukan pemangkasan secara drastis anggaran Amerika Serikat untuk program kesehatan dan makanan global di tengah oposisi dari Kongres. (republika)

Share :

Baca Juga

Headline

Kecuali Makkah, Sebagian Wilayah Arab Saudi Sudah Longgarkan Lockdown

Headline

Akibat Corona di AS, Sebanyak 1.480 Orang Meninggal Dalam Sehari

Headline

Setelah Ambil Alih Kekuasaan, Taliban Beri Amnesty Massal

Headline

AS Tak Dukung Klaim Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Headline

Ditengah Kontroversi Data kematian Covid-19, Menkes Chile Mundur

Headline

Mantan Kepala Penjara Khmer Merah Meninggal di Kamboja

Internasional

Jika Perang, Mampukah Korea Utara Menjatuhkan Rudal ke Malaysia?

Headline

Kini Warga AS Galau Menanti Hasil Pilpres