Home / Nasional / Top News

Rabu, 16 Mei 2018 - 15:08 WIB

Fahri Hamzah: Pelaku Teror Diduga Robot Perusak Islam

Nasionalpos.com,Jakarta — Berkaitan dengan insiden teror bom bunuh diri yang menimpa gereja di Surabaya,banyak pihak menyampaikan pernyataan,salah satunya adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, menurut nya, pelaku teror bom tidak paham agama, dan bahkan mereka tidak memiliki ulama. Jangankan syariat dalam perang, sementara syariat dalam hidup yang damai aja mereka tidak paham.

“Mereka bukan orang Islam, mereka robot yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam secara simbolik,” tegas Fahri,saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (15/5/2018) .

Betulkah mereka robot? Fahri menceritakan kasus robot lain yang dimaksud, yakni ketika suatu hari George Bush Jr menyerang Iraq dan membunuh Saddam Husen, serta membuat perang sipil dan pengungsian yang mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif  “senjata pemusnah massal”.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (27/8/2020)

“Mereka, menganggap diri membela agama, tapi tidak punya maroji’ (rujukan), tidak bermazhab, tidak paham bahasa Arab. Bukan itu saja, pelaku teror bom, orang yang tidak punya organisasi, sosial atau politik, juga tidak pernah haji atau umroh,” jelasnya.
Ditambahkannya, pelaku terror tidak mengerti Islam, karena menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan anak-anak itu jelas-jelas dilarang dalam perang dan damai.

Baca Juga  PAN Terpecah, Apakah ada Matahari Kembar?

“Memang mudah menumbuhkan jenggot, tidak dicukur, memakai celana cingkrang, atau perempuan bercadar untuk mengelabui manusia, tapi Allah maha tahu. Mereka tidak mengerti Islam, jika mereka mengerti apa yang dilarang agama, tidak mungkin mereka menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan anak-anak,” sebut politisi dari Dapil NTB ini.

Di kesempatan ini, Fahri menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Surabaya tersebut. Lebih lanjut ia meminta aparat bertindak tegas dengan menumpas habis sel-sel teroris di Indonesia. (dito)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (1/6/2020)

Ekonomi

Ini Alasan Mengapa Merger PGN dan Pertamina Gas Harus Ditolak

Headline

Data Corona (17/11/2020) Jumlah Pasien Positif 474.455 Orang dan Meninggal 15.393 Orang

Headline

Usai Bertemu Novel Baswedan, Rocky Gerung Cs Bentuk New KPK

Ekonomi

Janji Pemerintah Menaikkan Gaji ASN Ditunda Akibat Kondisi Keuangan Negara

Headline

Update Data Corona (27/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 162.884 Orang dan Meninggal 7.064 Orang

Headline

Kepala Staf Kolinlamil Hadiri Rapim Saka Bahari 2021

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (14/8/2020)