Home / Headline / Internasional / Top News

Sabtu, 18 April 2020 - 12:33 WIB

Gara-Gara Usul Lockdown, Menkes Brasil Dipecat

Nasionalpos.com, Jakarta – Presiden Brasil Jair Bolsonaro memecat menteri kesehatannya Luiz Henrique Mandetta di tengah pandemi virus corona. Bolsonaro selama ini kerap memiliki pandangan berbeda dengan Mandetta terkait penyebaran dan upaya pencegahan Covid-19 di Brasil.

Bolsonaro berulang kali mengatakan jika virus corona tak ubahnya dengan flu biasa. Ia juga kerap menolak usulan untuk mengunci wilayah atau lockdown karena menganggap bisa mematikan ekonomi dan memicu lebih banyak krisis.

“Hidup sangat berharga, tetapi ekonomi dan pekerjaan harus berjalan normal,” ujar Bolsonaro.

Disinggung soal keputusannya memecat Mandetta yang memicu kritik keras, Bolsonaro berdalih keputusannya itu dibuat atas kesepakatan bersama.

“Itu (pemecatan) telah disepakati bersama karena lebih penting daripada saya dan bahkan lebih penting dibandingkan ia menjadi menteri kesehatan untuk rakyat Brasil,” ungkapnya menjawab pertanyaan alasan ia memecat Mandetta.

Baca Juga  Ahok Kembali Jadi Gubernur, Mendagri Diskriminatif

Mengutip Associated Press, Mandetta yang merupakan ahli ortopedi selama ini telah mengajukan serangkaian upaya penanganan pandemi termasuk perluasan isolasi oleh sejumlah negara bagian.

Pemecatannya terjadi ketika para ahli kesehatan memperkirakan saat ini pandemi corona di Brasil baru memasuki tahap awal. Para ahli memperkirakan Brasil akan mencapai puncak kasus corona dalam beberapa minggu ke depan.

“Anda harus memiliki kepastian bahwa kami sedang melakukan perlawanan dengan baik. Tapi saat in kita baru berada di tahap awal perlawan tersebut,” ujar Mandetta saat berbicara di hadapan kementerian setelah mengumumkan pemecatan dirinya.

Baca Juga  TNI AL Fokuskan Anggaran Untuk Dukung Alutsista Siap Tempur dan Operasi

Untuk menggantikan Mandetta, Bolsonaro menunjuk Nelson Teich yang merupakan seorang ahli onkologi dan konsultan senior di perusahaan layanan medis Teich Health Care.

Teich mengatakan saat ini ia belum berencana membuat kebijakan baru secara tiba-tiba untuk merespons penyebaran virus corona di Brasil. Namun ia memastikan jika keputusan yang dibuat nantinya akan sejalan dengan langkah presiden.

“Kesehatan dan ekonomi saling melengkapi,” kata Teich saat berbicara disela penunjukkan dirinya oleh Bolsonaro.

Penyebaran virus corona di Brasil sejauh ini terhitung cepat, kendati lonjakan kasusnya relatif kecil untuk negara dengan populasi 211 juta jiwa. Para ahli kesehatan memperkirakan Brasil akan mencapai puncak pandemi pada Mei nanti.

Sejauh ini Brasil memiliki 30.891 kasus Covid-19 dengan 1.952 kematian. Brasil menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi di Amerika Latin. (CNN Indonesia)

Share :

Baca Juga

Headline

Massa Aksi Kasus George Floyd, Gedung Putih Pun Ditutup

Headline

Merasa Dikhianati AS, Prancis Batalkan Makan Malam Dubesnya

Nasional

Gempa 5,5 Skala Richter guncang Gorontalo

Headline

Update Corona (11/5/2020) Jumlah Pasien Positif 14.265 Orang Dan Meninggal Menjadi 991 Orang

Top News

MA Tegaskan Pengadilan Umum dan Militer Tak Boleh Pungut Biaya Kepada Pemohon Surat Keterangan

Headline

Tak Cukup Bukti, KPK Lepaskan Istri Menteri Edhy Prabowo

Headline

Update Data Corona (29/6/2021) Jumlah Pasien Positif 2.156.465 Orang dan Meninggal 58.024 Orang

Headline

KNPI Tantang Polisi Tangkap Abu Janda Yang Dianggap Rasis