Home / Nasional / Top News

Senin, 18 Maret 2019 - 21:19 WIB

Geledah Ruang Menag, KPK Sita Uang Dollar dan Rupiah

Dua Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti uang dolar Singapura hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/4). Operasi tangkap tangan yang dilakukan di sebuah hotel di Bali itu KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai 40 ribu dolar Singapura. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./Asf/Spt/15.

Dua Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti uang dolar Singapura hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/4). Operasi tangkap tangan yang dilakukan di sebuah hotel di Bali itu KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai 40 ribu dolar Singapura. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./Asf/Spt/15.

Nasionalpos.com, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan Rupiah senilai ratusan juta rupiah di ruang kerja Menteri Agama (Menang) Lukman Hakim Saifuddin.

Penyitaan tersebut dilakukan KPK saat menggeledah ruang kerja Menag terkait kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret nama mantan Ketum PPP Romahuruziy alias Romi.

“Jadi tadi kami temukan dan disita dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk Rupiah dan Dollar dengan nilai seratusan juta rupiah,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Selanjutnya, kata Febri, KPK akan mendalami penemuan uang tersebut.  “Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian,” jelas Febri.

Baca Juga  DPRD Berharap JIS Segera Terealisasi

Sebelumnya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mendatangi kantornya bersamaan dengan penyidik KPK yang akan menggeledah ruang kerja politikus PPP itu pada Jumat (15/3/2019).

Pada hari ini (Senin, 18/3/2019) KPK juga telah menyita dokumen dari Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dokumen itu diamankan KPK saat melakukan penggeledahan terkait kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Baca Juga  Jika RUU HIP Dilanjutkan, Jakarta Utara Bergerak Akan Kembali Aksi Massa

“(Dokumen) dari kantor DPP PPP tadi ada ruang Ketua Umum, ruang Bendahara Umum dan juga ada ruangan yang berisikan informasi. Dari lokasi-lokasi tersebut, diamankan dan kemudian tentu diproses lebih lanjut ke proses penyitaannya di kantor PPP misalnya diamankan dokumen-dokumen terkait dengan posisi RMY (Romahurmuziy) di PPP,” ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di KPK, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Febri menjelaskan, dokumen-dokumen itu akan dipelajari lebih lanjut oleh lembaganya. Tujuannya, untuk memahami konstruksi kasusnya. Termasuk pelajari ada pihak-pihak yang tidak punya kewenangan sama sekali secara formil di Kemenag, tapi bisa mengatur proses seleksi jabatan di Kementerian Agama. (rid)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kemenparekraf Gelar Bimbingan Teknis Pengelolaan & Penguatan Destinasi Desa Wisata Taro Bali

Headline

Update Data Corona (16/7/2021) Jumlah Pasien Positif 2.780.803 Orang dan Meninggal 71.397 Orang

Ekonomi

BPK Nyatakan Kasus Jiwasraya Berskala Besar

Headline

Terungkap Percakapan Telepon Trump Desak Pejabat Georgia Agar Dimenangkan di Pilpres

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (21/7/2020)

Ekonomi

“Shutdwon” Pemerintahan AS Tidak Berpengaruh Pada Pasar Modal Domestik

Nasional

Kasal Gelar Halal Bihalal dengan Prajurit Mabesal

Top News

Dilaporkan ke Bareskrim, JPM Tuntut Santo Jadi Tersangka