Home / Headline / Megapolitan / Top News

Senin, 30 Desember 2019 - 19:08 WIB

GL-PRO 08 Kecewa Penanganan PKL Depan Kampus UNJ, Pulogadung

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Laskar Prabowo 08 (GL-Pro 08) Jimmy CK mengaku kecewa dengan aparat kecamatan Pulogadung yang sewenang-wenang dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kampus Universitas negeri Jakarta (UNJ) di jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.

Pernyataan itu disampaikan Jimmy usai bersilaturahmi dengan sejumlah perwakilan PKL yang berdagang di sekitar kampus UNJ pada Minggu (29/12/2019) malam di Markas GL-Pro 08 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, lima orang yang mewakili sedikitnya 30 PKL menyampaikan nasibnya sebagai pedagang kecil yang ‘dimatikan’. Mereka dilarang berjualan di sekitar Kampus UNJ tanpa ada solusi.

“kami kecewa dengan perlakuan aparat Kecamatan Pulogadung yang semena-mena dengan para PKL. Seharusnya, aparat membina pedagang kecil dan bukannya di ‘matikan’. Saya yakin, masalah seperti ini tidak diketahui Pak Anies dan tentu kami akan laporkan kepada beliau sebagan bentuk komitmen kami mengawal kebijakan Gubernur DKI. Kami relawan yang berjuang mendukung Pak Anies sejak Pilkada 2017 lalu, memiliki kewajiban moral untuk membantu mewujudkan harapan besar Pak Anies, yakni memajukan kotanya dan bahagiakan warganya,” tandas Jimmy didampingi Sekjen GL-Pro -08, Salatanning.

Baca Juga  Ratusan Kader Ajukan Mosi tak Percaya, OSO pun Dipecat Sebagai Ketum Hanura
Jimmy bersama Anies R. Baswedan saat Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu.

Meski begitu, Jimmy optimis ada solusi terbaik bagi semua pihak. Sebab, selama ini para PKL dan pedagang kecil lainnya yang merupakan warga Ibukota menjadi andalan Pemprov DKI untuk membanguan perekonomian Ibukota.

“Insha Allah, saya yakin ada solusi. Para pedagang bisa kembali berjualan tanpa harus melanggar ketentuan.  Sebab, biar bagaimanapun, para PKL itu kan warga Ibukota juga yang berhak mencari rezeki halal. Dan, tugas Pemprov DKI untuk membina mereka,” jelas Jimmy.

Sementara perwakilan PKL menuturkan, sejak gelaran Asian Games pada September 2018 lalu, mereka sudah tidak diperbolehkan lagi berdagang di depan Kampus UNJ. Padahal, mereka sudah berdagang disana sejak puluhan tahun lalu. “Kami dagang di depan Kampus UNJ sejak 1990-an, tapi waktu Asian Games pihak kecamatan meminta kami berhenti sementara. Nyatanya, setelah Asian Games selesai sampai sekarang malah ga boleh dagang lagi,” kata salah satu PKL, Joko Hadi Waluyo.

Baca Juga  Update Data Corona (31/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 108.376 Orang dan Meninggal 5.131 Orang
Perwakilan PKL depan Kampus UNJ, Rawamangun silaturahmi ke Markas GL-Pro 08

Menurut Joko, sejak dilarang berdagang oleh aparat Satpol PP Kecamatan Pulogadung, maka praktis keluarga para PKL kesulitan keuangan. Sebab, menjadi PKL menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga. “Kami ga tau mau gimana lagi pak. Kawan-kawan pada ngeluh anak-anak mau bayaran sekolah dan kebutuhan sehari-hari tapi kami ga ada uang. Mau dagang, kami diusir dan dagangan kami diangkut Satpol PP,” ujar Joko menitikan air mata.

“Kalau memang kami melanggar aturan, maka tolong beri solusi. Kami taat dan patuh, makanya tolong beri solusi. Kami pernah coba minta bertemu Pak Camat, Bambang Pangestu. Tapi, beliau tidak memberi jawaban. Malah kami diusir dan dilarang dagang lagi tanpa solusi,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Siap-siap, Harga Solar Naik, Premium Turun Bagikan via Facebook (118) Twitter (0) Google+ (0)

Headline

Tim Gabungan TNI Temukan Sinyal Serta Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SI 182

Ekonomi

Ini Biaya Perjalanan Haji Tahun 2020

Internasional

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Tiongkok Jelaskan Nasib Masyarakat Urghur

Headline

Fase Transisi di Jakarta, Perkantoran dan Restoran Mulai Buka 8 Juni

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Sabtu (22/8/2020)

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (21/5/2020)

Headline

Kapal Perang AS Diusir Militer China