Home / Top News

Senin, 19 Maret 2018 - 19:57 WIB

Hakim Tipikor Vonis 4 Tahun Penjara Untuk Mantan Pejabat Bakamla

Nasionalpos.com, Jakarta – Mantan Mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan laut (Bakamla) akhirnya divonis hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 Juta subsider dua bulan kurungan. Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta itu, terkait kasus proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI.‎

“Menyatakan, terdakwa Nofel Hasan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melaklukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap Ketua Majelis Hakim Diah Siti Basariah membacakan amar putusan Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, ‎Senin (19/3/2018).

Dalam putusannya, Nofel Hasan dianggap terbukti menerima uang sebesar 104.500 Dollar Singapura dari Dirut PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah. Perusahaan itu merupakan pemenang lelang dalam proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI.‎

Uang tersebut berkaitan dengan pemulusan anggaran proyek pengadaan satelit monitoring (Satmon) pada Bakamla  tahun anggaran 2016. Nofel terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎

Baca Juga  Bertemu Nelayan di Sukabumi, Menko Luhut Janjikan Perbaikan Dermaga dan Pelatihan Budidaya Lobster

Selain itu, masih dalam putusannya, majelis juga mengabulkan salah satu permintaan Nofel Hasan. Yakni, memerintahkan jaksa membuka blokir rekening yang disita. Permohonan itu sebelumnya disampaikan penasehat hukum Nofel dalam nota pembelaan atau pleidoi.

Menurut Hakim‎, permohonan itu beralasan untuk dikabulkan. Pasalnya, ‎hingga sidang pembacaan tuntutan, tidak ditemukan fakta bahwa ada penerimaan uang dari hasil korupsi yang ditransfer melalui rekening bank itu. Ketetapan hakim ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.‎

Adapun yang memberatkan, karena perbuatan Nofel dinilai tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan Tipikor.

Baca Juga  Gilirian ISIS Diburu Taliban

Sementara hal yang meringankan, Nofel dinilai berlaku sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Untuk diketahui, Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK. Jaksa penuntut pada KPK sebelumnya menuntut Nofel Hasan dengan hukuman pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp200 Juta subsider tiga bulan kurungan.

Nofel sebelumnya didakwa bersama-sama dua pejabat Bakamla lainnya menerima uang 104.500 dollar Singapura dari Direktur PT Melati Technofo Indonesia dan PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah. Uang itu diberikan terkait proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016

Menanggapi vonis tersebut, tim penasihat hukum maupun Nofel Hasan meminta waktu untuk pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan tim Jaksa penuntut umum pada KPK.  [ ]

 

Share :

Baca Juga

Headline

Akibat Corona di AS, Sebanyak 1.480 Orang Meninggal Dalam Sehari

Nasional

KPUD DKI Tetapkan Anies Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Nasional

Polres T.Balai Musnahkan 2.318 Gram Sabu & 4000 Butir Pil Ekstasi

Top News

Bupati Lampung Tengah Dibekuk KPK

Headline

Ini Jadwal Penerimaan Bansos Selama PSBB di DKI Jakarta

Megapolitan

DPRD Kritik APBD DKI Dapat 3 Kali WDP

Nasional

Lagu Iwan Fals Serang Janji Jokowi

Megapolitan

Bazis Jakarta Pusat Tetapkan Target Pendapatan ZIS Tahun 2017