Home / Nasional / Top News

Sabtu, 4 November 2017 - 20:11 WIB

Hanafi Rais: Registrasi Ulang Sim Card di Tunda Dulu

Jakarta,NasionalPos — Aturan pemerintah yang mewajibkan pengguna layanan selular untuk melakukan registrasi kartu pra bayar, dengan menyertakan nomor induk kependudkan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), menjadi polemik.

Pengamat intelijen Harits Abu Ulya mengingatkan, bahwa registrasi kartu prabayar perlu ditunda dahulu sebelum ada transparansi terkait kepastian jaminan dan perlindungan data pribadi konsumen.

“Registrasi perlu di cancel dulu sampai ada transparasi soal kepastian jaminan & perlindungan data pribadi komsumen. Mutlak!” tegas Harits di akun Twitter @HaritsAbuUlya01.

Baca Juga  Calon Kapolri Komjen Listyo Akan Ubah Peran Polsek

Hingga hari kedua (03/11), petisi “Tolak registrasi SIM Card Prabayar Operator Seluler” yang digalang di situs change.org sudah mencapai 4.209 penandatangan.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Hanafi Rais mendorong pemerintah menyelesaikan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Hal tersebut seiring dengan aturan pemerintah yang mewajibkan pengguna melakukan registrasi kartu prabayar dengan menyertakan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga.

“Semestinya pemerintah bisa menyelesaikan dulu Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi sehingga warga negara lebih terjamin ketika menyerahkan data pribadinya,” ujar Hanafi kepada media,sabtu,4/11 di Jakarta.

Baca Juga  OJK Ungkap 13 Manajer Berstatus Tersangka Masih Bekerja

Menurut Hanafi, keberadaan undang-undang itu bakal memberikan jaminan kepada masyarakat atas risiko kejahatan data yang mungkin terjadi. “Jangan biarkan warga negara tidak berdaya dengan data pribadinya sendiri,” kata Hanafi.

Saat ini, kata Hanafi, dalam peraturan registrasi yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, keamanan data pribadi hanya dijamin ISO 127001.

Padahal belum semua operator tersertifikasi ISO itu. ISO 127001 adalah standar sistem manajemen keamanan informasi yang diterbitkan oleh ISO dan IEC pada Oktober 2005.[]

Share :

Baca Juga

Ekonomi

ANTARA KAMU, REMPAH DAN INDONESIA

Headline

Gubernur Anies Inspirator Budaya Anti Korupsi di Jakarta,Layak dapat Penghargaan dari Warganya

Nasional

Ketua DPR Apresiasi Kearifan Prajurit TNI AL
Truk Tronton Penuh Pupuk Terguling di Pacitan

daerah

Truk Tronton Penuh Pupuk Terguling di Pacitan

Headline

Dewas Vonis Sanksi Ringan Terhadap Plt Direktur Labuksi KPK

Top News

Jelang Tugas Operasi Pamtas Papua Barat, Danrem 032/Wbr Uji Alarm Steling Yonif 133/YS

daerah

Petinju Profesional Kodam III/Siliwangi Boxing Camp, Berhasil Juarai Event Tinju Bertaraf Internasional & Nasional

Headline

Update Data Corona (16/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 139.549 Orang dan Meninggal 6.150 Orang