Home / Headline / Hukum / Top News

Jumat, 10 September 2021 - 20:58 WIB

ICW Siapkan Pengacara Setelah Dilaporkan Moeldoko ke Bareskrim

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) siap menghadapi laporan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko ke polisi. Untuk itu, ICW menunjuk kuasa hukum.

Sebelumnya, Moeldoko melaporkan Egi Primayogha dan Miftah selaku peneliti ICW ke Bareskrim Polri atas sangkaan pencemaran nama baik. Laporan tersebut teregister dengan nomor perkara: LP/B/0541/IX/2021/SPKT/Bareskrim Polri.

“Atas langkah hukum pelaporan ke Bareskrim yang dilakukan oleh KSP Moeldoko, ICW telah didampingi sejumlah kuasa hukum. Maka dari itu, untuk selanjutnya, pihak kuasa hukum akan mendampingi terlapor guna menghadapi setiap tahapan di Bareskrim Polri,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga  Ada Luhut Dalam Bisnis PCR?

ICW menghormati langkah hukum Moeldoko, tapi meminta Moeldoko memahami posisinya sebagai pejabat publik yang mempunyai tanggung jawab dan selalu mendapat pengawasan dari masyarakat.

Menurut Kurnia,  pengawasan itu bertujuan agar Moeldoko tidak mudah memanfaatkan wewenang, jabatan, dan kekuasaannya untuk kepentingan di luar tugas, pokok dan fungsinya sebagai pejabat publik.

Kurnia menjelaskan, kajian ICW terkait dugaan konflik kepentingan Moeldoko dengan pihak swasta dalam peredaran Ivermectin ditujukan untuk memitigasi potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Jika para pihak, terutama pejabat publik merasa tidak sependapat atas kajian itu, sudah sepatutnya dirinya dapat membantah dengan memberikan argumentasi dan bukti-bukti bantahan yang relevan, tidak justru mengambil jalan pintas melalui mekanisme hukum,” kata Kurnia.

Baca Juga  Ini Penjelasan Mahfud Soal BIN Tak Lagi Dibawah Menkopolhukam

Kurnia mengungapkan, ICW dalam balasan surat somasi juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan perihal kerja sama ekspor beras antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dengan PT Noorpay Nusantara Perkasa.

“Kami sudah sampaikan bahwa terdapat kekeliruan penyampaian informasi secara lisan. Sebab, fakta yang benar adalah mengirimkan kader HKTI ke Thailand guna mengikuti sejumlah pelatihan sebagaimana tertuang dalam dokumen siaran pers,” jelasnya. (*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Sebanyak 6,5 Juta Warga Wuhan Jalani Tes Corona

Headline

Menteri KP Edhy Prabowo dan Enam Orang Lainnya Tersangka KPK

Nasional

Selaraskan Transformasional Dengan Semangat Primordialisme Dalam Mencetak Generasi Milineal Berbasis STEM di ITL Trisakti”

Megapolitan

Fordim Jakarta Akan Gelar Diskusi “Pilkada Damai”

Internasional

Fidel Castro dan 11 Presiden Amerika Serikat

Top News

JC Ditolak, Eks Pejabat Bakamla Divonis Penjara 5 Tahun

Headline

Awak Kapal Pengangkut Sawit Diselamatkan TNI AL

Nasional

Perjuangan buruh belum berakhir sebelum Sejahtera