Home / Headline / Nasional / Politik / Top News

Rabu, 25 September 2019 - 22:10 WIB

Ikut Jejak Wali Amanah, Caketum Millenial Hengkang dari PBB

Nasionalpos.com, Jakarta – Lagi, calon Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) menyatakan mundur dari gelanggang pertarungan. Kali ini, giliran dari kalangan millenial Khairul Anas Suadi atau akrab disapa Anas.

Saat ini, PBB menggelar Muktamar ke V di Belitung tanpa kehadiran Presiden Jokowi yang sebelumnya digembar gemborkan akan membuka secara resmi. Muktamar yang “dihantui’ perpecahan itu dilaksanakan 25 hingga 27 September 2019 bahkan tanpa kehadiran Ketua Majelis Syuro PBB DR. MS. Kaban dan Sekjen Majelis Syuro PBB Sahar L. Hasan.

Alasan pengunduran diri Anas itu hamper sama dengan calon lain Zulkifli Ali atau Zul yang sebelumnya juga sudah menyatakan mundur dari pencalonan. Yakni, sudah tak ada harapan lagi bagi PBB untuk hidup pasca Wali Amanah PBB (Ormas Pendiri PBB) menyatakan meninggalkan partai yang kini dipimpin Yusril Ihza Mahendra (YIM).

Anas dari Syarikat Alumni ITB ini dikenal publik saat menjadi saksi Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Anas yang juga mantan caleg PBB Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura Raya meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) ini berani mengungkapkan fakta-fakta kecurangan yang diduga dilakukan oleh pasangan Jokowi – Maruf Amin sebagai rival Prabowo – Sandi. Lelaki yang merupakan keponakan Mahfud MD ini buat gempar sidang di MK lantaran mengaku pernah mengikuti pelatihan saksi TKN Jokowi-Amin.

Baca Juga  Kementan RI Siapkan B100 Sebagai Energi Alternatif

Anas mengungkapkan alasan lainnya mundur dari bursa pencalonan lantaran menilai adanya upaya tidak fair dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu PBB. Yakni, skenario ‘memaksakan’ aklamasi untuk calon petahana YIM.

“Niatnya saya mau maju untuk membenahi PBB. Nyatanya, ada gelagat untuk aklamasi. Kalau aklamasi itu murni kehendak muktamirin tak ada masalah. Tapi, ini sepertinya ‘dipaksakan’. Kalau sudah begitu, buat apa lagi ikut tarung,” tutur Anas di Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) malam.

Anas mencurigai, upaya ‘paksa’ aklamasi itu lantaran ada kekhawatirkan petahana bakal kalah bertarung. Terlebih, Anas sudang mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah DPC dan DPW yang menginginkan reformasi di tubuh PBB.

“Saya keliling di Jabar dan Jatim, banyak DPC dan juga DPW yang siap dukung. Mereka menilai, kepemimpinan YIM itu sudah gagal, buktinya Pileg 2019 ini perolehan suara PBB turun drastis disbanding Pileg 2014 lalu, bahkan PBB hanya dapat 0,7 persen. Tapi, kalau sudah ada gelagat tidak fair, buat apa diteruskan. Masyumi mengajarkan kami untuk menjalankan praktek politik yang benar bukan dengan cara tidak fair,” ujarnya.

Kecurigaan Anas bertambah kuat, karena lokasi muktamar yang juga terkesan dipaksakan di Belitung tak lain kampung halaman YIM.

Baca Juga  Koalisi Untuk Keadilan Hukum Muak Dengan Diskon Hukuman Koruptor

“Aneh dan lucu, muktamar kok digelar di kampung halaman petahana, ini juga bukti paranoidnya. Muktamar atau kongres parpol lazimnya di lokasi yang representatif apalagi katanya PBB partai besar dan kalau parpol besar pasti Presiden Jokowi bisa datang membuka secara resmi. Jadi, saya mundur saja,” terangnya.

Tak hanya mundur dari pencalonan itu, Anas bahkan menyatakan keluar dari keanggotaan PBB. Karena menilai PBB sudah jauh menyimpang dari perjuangan politik Masyumi.

“Kemarin Wali Amanah menyatakan menarik diri dari PBB. Saya juga dapat informasi, Majelis Syuro PBB juga kurang respek lagi. Kalau sudah begini, apa lagi yang mau diperjuangkan. Saya keluar dari PBB dan mengabdi di tempat lain demi Umat dan bangsa ini,” pungkasnya.

Wali Amanah PBB yang merupakan wadah sejumlah Ormas Islam pendiri PBB menyatakan melepaskan diri dari PBB. Wali Amanah menilai partai yang kini dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu bukan lagi sebagai partai penerus tradisi dan perjuangan politik Masyumi.

Keputusan Wali Amanah itu diambil dalam sebuah musyawarah dipimpin oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan di lantai dua Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Ormas Islam pendiri PBB, diantaranya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (PERSIS), Hidayatullah dan lainnya.

“Iya, barusan musyawarah Wali Amanah PBB selesai dipimpin Kyai Cholil Ridwan. Hasilnya seperti yang tertulis di dokumen ini,” kata DR. Masri Sitanggang, Wakil Koordinator Wali Amanah PBB sembari menunjukkan surat berisi keputusan Musyawarah Wali Amanah PBB kepada wartawan. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

MUI Minta Polisi Segera Tangkap Youtuber Kece

Headline

Anies Umumkan Status PSBB DKI Jakarta Efektif Berlaku Jumat (10/4/2020)

Top News

Pengakuan Mengejutkan Gigi Soal Hubungan Raffi dan Ayu Ting Ting

Headline

Jokowi Akhirnya Batalkan Vaksin Berbayar Kimia Farma

Ekonomi

Menaker: tak Benar Ada 10 Juta Pekerja Cina Serbu Indonesia

Headline

Update Data Corona (9/11/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 440.569 Orang dan Meninggal 14.689 Orang

Headline

Pasca Imunisasi, 20 Persen Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Demam

Headline

Ali Mukartono Menjabat Jampidsus Gantikan Adi Togarisman