Home / Headline / Politik / Top News

Sabtu, 13 Februari 2021 - 17:18 WIB

Ini Nasehat SBY Soal Kritik dan Pujian

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut kritik itu seperti obat. Jika, dosisnya tepat, akan membuat seseorang menjadi sehat. Nasehat SBY itu disampaikan  melalui akun Twitternya.

“1. Obat itu rasanya “pahit”. Namun bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit. Jika obatnya tepat & dosisnya juga tepat, akan membuat seseorang jadi sehat,” tulis SBY di akun Twitternya, @SBYudhoyono, dikutip pada Sabtu, (13/2/2021).

SBY menjelaskan, jika kritik benar dan bahasanya tidak kasar bisa mencegah kesalahan. Ia menyinggung jangan sanjungan dan pujian terlalu berlebihan karena seperti laksana gula. Sebab, gula yang rasanya manis jika dikonsumsi berlebihan maka akan mendatangkan penyakit.

Baca Juga  Pemerintah Klaim Siapkan Rp89,6 Triliun Sejak 2016 Untuk Program Perubahan Iklim

“2. Kritik itu laksana obat & yang dikritik bisa “sakit”. Namun, kalau kritiknya benar & bahasanya tidak kasar, bisa mencegah kesalahan. Sementara, pujian & sanjungan itu laksana gula. Jika berlebihan & hanya untuk menyenangkan, justru bisa menyebabkan kegagalan. *SBY*,” tambah SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar aktif mengkritik pemerintah sehingga pelayanan publik bisa lebih optimal lagi. Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan acara laporan akhir tahun Ombudsman RI, Senin (8/2/2021).

Baca Juga  Alexis Diduga Masih Gelar Asusila, Disparbud Layangkan Ultimatum

Sebaliknya, Jokowi berharap pihak pemerintah yang dikritik bisa memberikan perbaikan pelayanan.

“Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya-upaya perbaikan perbaikan,” kata Jokowi.

Namun, belakangan pernyataan Jokowi itu memunculkan pro dan kontra. Segian menganggap mengkritik pemerintah terutama di media sosial justru percuma. Sebab, pengkritik pemerintah akan diserang balik oleh buzzer yang diduga pasang badan membela pemerintah. Selain itu, penkritik khawatir akan dilaporkan kepada aparat kepolisian dan bisa berujung masuk penjara. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

ARDY Laporkan Gubernur DIY ke Komnas HAM

Headline

Kabareskrim Ditunjuk Pimpin Timsus Asabri

Headline

Prabowo Sambangi Hendropriyono

Headline

Indonesia Protes Australia Atas Aksi Pengibaran Bendera OPM di KJRI Melbourne

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (8/6/2020)

Ekonomi

Bos Lippo Group Siap Realisasikan Program DP Rumah 0 Persen

Headline

Update Data Corona (26/10/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 392.934 Orang dan Meninggal 13.411 Orang

Ekonomi

DPD FSP KEP KSPSI 1973 DKI Jakarta Dukung Kartu Pekerja Anies