Home / Nasional

Sabtu, 13 Juli 2019 - 10:20 WIB

Insentif Super Tax Deduction Dapat Dorong Pelaku Industri Bersinergi dengan Pendidikan Vokasi

Nasionalpos.com,Jakarta —  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar menyampaikan bahwa, Pemerintah bertekad dorong sektor industri manufaktur agar terlibat aktif menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang).

Langkah strategis ini, kata Haris, guna memacu produktivitas dan inovasi di sektor industri, sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus daya saing Indonesia.

Komitmen itu terwujud melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. Regulasi ini telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Juni 2019.

“Insentif super tax deduction diharapkan efektif mendorong para pelaku industri untuk berlomba-lomba menyediakan pendidikan dan pelatihan vokasi, sehingga daya saing SDM Indonesia di masa depan semakin meningkat. Hal ini sesuai program prioritas dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,” kata Haris dalam keterangan resminya, Jumat (12/7/2019).

Baca Juga  Update Data Corona (15/7/2021) Jumlah Pasien Positif 2.726.803 Orang dan Meninggal 70.192 Orang

Haris menuturkan, aturan pemberian insentif pajak super tax deduction untuk pendidikan vokasi dalam rangka penguatan SDM bidang industri dituangkan dalam Pasal 29B. Dalam beleid itu disebutkan, kepada wajib pajak badan dalam negeri yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran dalam rangka pembinaan dan pengembangan SDM diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% dari jumlah biaya yang dikeluarkan.

“Hingga saat ini sudah ada 855 perusahaan yang bekerja sama dalam rangka meningkatkan vokasi dengan sekitar 4.500 perjanjian yang melakukan kerja sama mendukung 2.600 SMK. Upaya tersebut merupakan pembelajaran strategis untuk mencapai efektivitas dan efisiensi tenaga kerja sebagai bagian dari investasi SDM berkompetensi,” terangnya.

Baca Juga  JK : Perppu Jalan Terakhir

Sementara itu, di jumpai di tempat terpisah,di daerah cikini, Ratifah(40) seorang ibu Rumah Tangga yang putrinya bersekolah di salah satu SMKN di kawasan Jakarta Pusat, menyambut baik kebijakan program Pemerintah yang memberikan peluang usaha maupun kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di Perusahaan Swasta.

“Saya sangat senang mendengar Informasi tersebut, kebetulan putri saya Sekolah di SMKN, sekarang ini cari kerja itu susah, dengan kebijakan itu,insyaalah begitu lulus, anak saya bisa cepat kerja.” tukasnya.(*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Penyidik Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Jiwasraya

Headline

JK Menyatakan Pekan Ini Sholat Jumat Kembali Digelar di Masjid di Ibukota

Nasional

Aktivis Masjid Tolak Penerbitan Regulasi Baru Soal Perizinan Pondok Pesantren

Nasional

BNPB: Banjir Rob Landa 24 Wilayah di Jawa, Ratusan Orang Mengungsi

Headline

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Perpustakaan Widyasana Seskoau, Lembang

Headline

Anggota DPR, M. Fauzi Beri Materi Dalam LK-I HMI Komisariat FH Unkris

Megapolitan

KPK Bantu Polisi Bongkar Kasus Rehabilitasi Sekolah di DKI

Headline

Walikota Tanjungbalai Pantau Misa Malam Natal Yang Berlangsung Aman