Home / Internasional / HanKam / Top News

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 02:44 WIB

Israel Anggap Satelit Jayam Iran Tantangan Serius

Sebuah roket Rusia meluncurkan satelit Jayam Iran ke luar angkasa dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada 9 Agustus 2022

Sebuah roket Rusia meluncurkan satelit Jayam Iran ke luar angkasa dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada 9 Agustus 2022

NasionalPos.com, Iran — Menurut sebuah laporan Satelit baru Iran adalah “tantangan serius” bagi Israel karena kemampuannya untuk memantau situs-situs sensitif Israel di Palestina yang diduduki.

Satelit Jayam, yang berhasil diorbitkan oleh Negara Persia pada hari Selasa bekerja sama dengan Rusia.

Adalah “terobosan nyata”, karena “untuk pertama kalinya, Iran memiliki dan mengoperasikan satelit dengan resolusi gambar yang tinggi, yang jauh lebih baik dari sebelumnya”, kata Tal Inbar, penyelidik utama dari pusat ‘Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal’, yang berbasis di Amerika Serikat.

Pakar tersebut menyatakan bahwa kualitas citra satelit akan menghadirkan tantangan besar bagi Israel.

“Mulai sekarang, Iran akan dapat mengumpulkan lebih banyak informasi rinci untuk operasi militer pasukannya,” tambahnya.


Video Peluncuran Satelit Jayam Iran – Rusia

Sementara itu, surat kabar Israel The Jerusalem Post menyoroti pada hari Selasa bahwa para pejabat Zionis khawatir bahwa kerja sama terbaru antariksa Moskow dengan Teheran akan meningkatkan kemampuan Iran untuk meningkatkan pelacakan target di wilayah-wilayah penduduk.

Baca Juga  Kementerian PUPR Tetap Lakukan Kegiatan Strategis Pembangunan Infrastruktur

Spionase Bagi Israel

Orang-orang Israel, menurut outlet tersebut, khawatir tentang konsekuensi pengurangan kapasitas spionase mereka.

Iran mengklaim bahwa satelit ‘Jayam’ dirancang untuk penelitian ilmiah, termasuk radiasi dan pemantauan lingkungan untuk tujuan pertanian.

Selain itu, ia menolak tuduhan spionase yang dilontarkan oleh orang Barat.

Israel Anggap Satelit Jayam Iran Tantangan Serius
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Naser Kanani pada konferensi pers di Teheran (ibu kota), 13 Juli 2022.

Iran menyoroti bahwa keberhasilan peluncuran satelit ‘Jayam’ telah menandai pencapaian ilmiah lain di bidang kedirgantaraan untuk negara itu, meskipun ada sanksi.

Dalam hal ini, kepala Badan Antariksa Iran, Hasan Salarie, mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa tuduhan spionase “pada dasarnya kekanak-kanakan”, memastikan bahwa komentar semacam itu “memicu ketegangan”.

“Satelit Jayam sepenuhnya dirancang dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan negara dan manajemen perkotaan, sumber daya alam, pertambangan, pertanian, dan lain-lain,” jelasnya.

Baca Juga  Update Data Corona (21/7/2021) Jumlah Pasien Positif 2.983.830 Orang dan Meninggal 77.583 Orang

Jayam diluncurkan ke orbit pada hari Selasa dari Baikonur Cosmodrome, yang terletak di Kazakhstan, di atas kapal Induk Rusia Soyuz.

Satelit akan dipandu dan dikendalikan dari stasiun darat di wilayah Iran dan gambar yang akan diambilnya akan dikirim langsung ke negara tersebut.

Badan Antariksa Iran mengumumkan dalam sebuah pernyataan, beberapa jam setelah peluncurannya, Republik Islam mengumumkan bahwa mereka telah menerima data telemetri pertama dari satelit di stasiun buminya.

Israel Anggap Satelit Jayam Iran Tantangan Serius
Sebuah roket Rusia meluncurkan satelit Jayam Iran ke luar angkasa dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada 9 Agustus 2022

Republik Islam Iran, satu-satunya negara di kawasan Asia Barat yang telah mengalami perkembangan di bidang pembuatan peluncur satelit, telah secara mandiri meluncurkan beberapa satelit ke orbit.

Iran juga merupakan salah satu dari 11 negara di dunia yang mampu merancang, membuat, dan meluncurkan satelit ke luar angkasa, meskipun menjadi sasaran sanksi ekonomi sepihak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

 

**DM

Share :

Baca Juga

Iis Rosita Dewi

Headline

Tak Cukup Bukti, KPK Lepaskan Istri Menteri Edhy Prabowo
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (14/8/2020)
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Rabu (5/8/2020)
5817007cb597f plt gubernur dki sumarsono di balai kota jakarta 663 382

Megapolitan

Ahok Cuti Kampanye, Soni Kembali Jadi Plt Gubernur DKI
Bareskrim Polri

Headline

Bareskrim Segera Periksa Stafsus Wapres Terkait Dugaan Pemerasan
BLBI

Ekonomi

Pengemplang BLBI Kembali Dipanggil Satgas BLBI Dengan Kewajiban Rp6,47 Triliun
Nurhadi dan Rezky

Headline

Periksa Kakak Ipar Rezky, KPK Kembangkan Kasus Nurhadi Kearah TPPU
keras

Megapolitan

Ketua Tuntas PWJ: Usut Dugaan Pengroyokan Insan Pers di Munajat 212