Home / Megapolitan / Top News

Kamis, 9 Mei 2019 - 09:17 WIB

ITL Trisakti Perbanyak Kajian Kualitas Keimanan di Bulan Ramadhan

Nasionalpos.com,Jakarta — Sudah menjadi tabiat dan karakter orang-orang yang beriman untuk merasa senang dengan ketaatan dan merasa sedih dengan kemaksiatan. Sebagaimana aqidah yang dipegang teguh oleh Ahlussunnah wal jama’ah, bahwa iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan, dan berkurang dengan sebab kemaksiatan, Keimanan dengan segala cabangnya adalah bagian tak terpisahkan dalam hidup umat Islam,demikian dikemukakan oleh Ustadz Drs H Muhammad Jaelani AB, saat ditemui pers, usai menyampaikan tauziah Pengajian Ramadhan 1440H di Masjid Nurul Haq kampus ITL Trisakti, Rabu (8/5/2019).

 

” Kedatangan Bulan Suci Ramadhan di setiap tahun merupakan penyejuk hati dan membuat tentram perasaan. Dengan kesejukan suasana Ramadhan, umat manusia dilatih untuk mengendalikan berbagai keinginan nafsunya”tutur Ustadz Drs H Muhammad Jaelani AB.

Baca Juga  JPM Desak Menteri PUPR Batalkan Proyek Air Baku di Siborongborong, Sumut dan di Kalteng

Menurutnya, selama Bulan Suci Ramadhan setiap umat Muslim diberikan kesempatan untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT dengan berbagai aktivitas maupun amal ibadah yang di ridhoi Allah SWT, yakni menjalani ibadah puasa, dzikir, tadaruzan dan bahkan meningkatkan kepeduliaan kepada sesama mahluk ciptaannya.

“Untuk itulah, sebagai Lembaga Pendidikan, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti beserta civitas akademikanya diharapkan di Bulan Suci Ramadhan ini dapat menyelenggarakan kajian keimanan yang tentunya tidak terlepas dari Al Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 45.” Ungkapnya.

Baca Juga  Soal Mudik, PKS Minta Pemerintah Tak Buat Bingung Masyarakat

Ia juga menambahkan apabila dalam kajian keimanan tersebut, sekiranya ada paham tertentu yang tidak sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW dan memiliki muatan kepentingan Golongan tertentu yang bertentangan dengan Pancasila, serta berimplikasi mengganggu kehidupan di kampus, maka hal itu harus di waspadai keberadaannya.

“Di perlukan ketegasan pimpinan kampus beserta jajaran dan civitas akademikanya agar kelompok tersebut tidak menimbulkan masalah di kehidupan kampus” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (22/9/2020)

Headline

Tak Ada Lagi Korban Selamat Ledakan Beirut, Sebut Tim SAR

Headline

Update Data Corona (17/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 141.370 Orang dan Meninggal 6.207 Orang

Headline

Nama Fahri Hamzah dan Azis Syamsudin Disebut Dalam Sidang Vonis Adhy Prabowo

Headline

Update Data Sebaran Corona di Indonesia, Minggu (30/8/2020)

Headline

Koalisi Desak Jokowi Instruksikan Kapolri dan Jaksa Agung Dalami TWK

Megapolitan

Terbitnya Hasil PTUN, Pulihkan Segera Status Penggugat sebagai Anggota FKDM

Headline

NasDem : Pemerintah Agar Cabut Klaster RUU Cipta Kerja