Home / Headline / Politik

Senin, 15 Juli 2019 - 15:39 WIB

Jelang Munas Golkar, Garda Beringin Satu Tolak Airlangga Kembali Menjadi Ketua Umum

Nasionalpos.com,Jakarta – Sejumlah kader, simpatisan Partai Golkar yang mengatasnamakan dirinya Garda Beringin Satu (GBS) menolak Airlangga kembali menduduki jabatan sebagai ketua umum Partai Golkar.

GBS menilai Airlangga telah gagal dalam membawa kemajuan terhadap partai yang berlambang Pohon beringin.

Penolakan terhadap Airlangga tersebut di deklarasikan para kader yang tergabung dalam Garda Beringin Satu (GBS) di Sebuah Cafe Gedung Sarinah Jakarta Pusat belum lama ini.

Inisiator GBS, yakni H.Devi Andita yang didampingi Ketua GBS Boston serta Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan bahwa ada beberapa faktor di pihaknya yang menolak Airlangga menjadi ketua umum.

Pertama, adalah gaya kepemimpinan terhadap partai yang otoriter serta tidak memiliki keinginan dalam menegakkan asas demokrasi.

“Kita lihat contoh masa dia memberhentikan ketua ketua golkar di kabupaten/kota tanpa melalui mekanisme yang benar, Kalau Partai sudah bergaya Otoriter gini mana mungkin bisa berjaya kembali,” ujar Devi Andita.

Baca Juga  Presiden Korsel dan Kim Jong-Un Jajaki Perundingan Damai

Devi menambahkan kembali bahwa Airlangga disinyalir telah melakukan langkah langkah dalam pembersihan pengurus/kader yang tidak sepaham dengan dirinya. Airlangga secara perlahan telah menumbuhkan perpecahan di tubuh partai berlambangan pohon beringin ini.

“Langkah ini menjadi embrio perpecahan dalam partai bukan tidak mungkin sejarah akan terulang adanya dualisme kepengurusan. Maka harus dicegah,” ujar wakil sekjen era Aburizal Bakrie ini.

Devi menambahkan, faktor kedua yang menyebabkan pihaknya menolak Airlangga, yakni kemerosotan kursi yang diraih partai Golkar di DPR RI.

“Sekarang kita cuma dapat 85 dari 91 kursi di DPR RI. Ini sangat ironis dan berbeda dengan partai partai besar pendukung Jokowi. Mereka kan malah bertambah, kenapa partai Golkar justru berkurang. Ada yang salah dalam mengelola partai,” ujar Devi Andita.

Baca Juga  Mantan Anak Buah Juliari, Matheus Divonis 9 Tahun Penjara

Sementara itu, Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan, Sejumlah Petinggi Partai Saat Ini diduga terlibat kasus hukum yang dapat menghambat kebesaran Partai Golkar ke depan. “kami selaku kader muda Partai Golkar sangat mendukung gerakan bersih bersih internal,” tegasnya.

Selanjutnya, Ketua GBS Boston menambahkan bahwa GBS juga kedepan akan melakukan konsolidasi dengan para pengurus Golkar di daerah dalam upaya penolakan terhadap Ketua Umum yang Otoriter di Partai. Partai Golkar harus mampu menjadi contoh dan teladan bagi para kadernya dan partai partai lain dapat menjunjung tinggi budaya Demokrasi pada umumnya. “intinya perjuangan kami harus tercapai demi kebaikan partai,” pungkas Boston.(*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Freddy Lizaro  kembali terpilih sebagai Ketua KONI Tanjungbalai

Headline

Politisi Senior PPP Nizar Bersurat ke Presiden Agar Batalkan Plt Ketum PPP Suharso

Headline

PKS Ikut Partai Lain Bentuk Pansus Jiwasrayagate

Headline

UEA Berharap Indonesia Perkuat Usulannya Jadi Tuan Rumah Konferensi Perubahan Iklim Tahun 2023

Headline

Update Data Corona (15/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 137.458 Orang dan Meninggal 6.071 Orang

Headline

Masyarakat Karimun Resah Permainan Judi di Hotel ‘WK’

Headline

Tasyakuran HUT ke – 2, Yayasan Raden Edukasi Bahaya Narkoba kepada Anak Jalanan

Headline

Ini Miliarder Dunia Yang Makin Tajir Saat Pandemi Covid-19 Melanda