Home / Headline / Hukum / Nasional / Top News

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:45 WIB

Jokowi Beri Waktu 3 Bulan Kepada Kapolri Tuntaskan Kasus Novel

Novel Baswedan

Novel Baswedan

Nasionalpos.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo memberi tenggat waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menuntaskan kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Presiden menegaskan bahwa , waktu 3 bulan cukup bagi Kapolri bersama dengan Tim Teknis Kasus Novel untuk menyelesaikan rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan,” tegas Presiden Jokowi, Jumat (19/7/2019).

Jokowi menyatakan, dengan temuan-temuan yang sudah disampaikan oleh TPF, maka seharusnya sudah bisa menyasar ke kasus-kasus yang terjadi.

Meskipun begitu, Jokowi menilai kasus tersebut bukan kasus mudah. “Kalau kasus mudah itu sehari-dua hari ketemu,” jelasnya.

Menanggapi soal wacana pembentukan Tim Independen, Jokowi kembali menegaskan akan melihat hasil kerja Tim Teknis nanti setelah batas waktu tiga bulan.

Sebelumnya, TGPF Kasus Novel yang bekerja selama enam bulan akhirnya gagal mengungkap pelaku maupun dalangnya.

Baca Juga  Pertamina Mengaku Kinerja Keuangan Sepanjang 2019 Buruk

Dalam jumpa pers Tim Gabungan yang digelar di Mabes Polri pada Rabu (17/7/2019), tim tersebut sama saekali tidak menyebut dengan jelas dan pasti nama pelaku maupun otak penyerangan yang terjadi pada 11 April 2017 lalu itu.

Anggota Tim Gabungan Nur Kholis hanya merekomendasikan pada Polri untuk menyelidiki tiga orang asing yang diduga kuat terlibat.

Mereka adalah satu orang yang mendatangi kediaman Novel pada April 2017 dan dua orang yang ada di Masjid Al Ikhsan dekat kediaman Novel pada 10 April 2017.

“Kami merekomendasikan kepada Polri untuk mendalami fakta keberadaan satu orang tidak dikenal yang mendatangi kediaman korban pada tanggal 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat masjid,” kata Nur Kholis.

Untuk diketahui, Tim gabungan kasus Novel dibentuk Januari lalu oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyelidiki kasus Novel. Tim diberi waktu enam bulan atau sekitar 180 hari bekerja mengungkap kasus.

Baca Juga  TNI Melaksanakan Karya Bakti Bersama Masyarakat Papua

Adapun masa kerja tim selesai pada 7 Juli lalu. Selanjutnya, tim menyerahkan laporan hasil penyelidikan ke Mabes Polri setebal 2.700 halaman.

Kerja tim berdasarkan hasil penyelidikan Polri dan laporan dari Kompolnas serta Ombudsman. Untuk itu, Tim telah mewawancarai puluhan saksi, mengumpulkan fakta, bekerja secara profesional, dan independen.

Nur Kholis mengakui bahwa satu-satunya temuan definitif dari Tim  adalah zat yang digunakan untuk menyiram Novel merupakan zat kimia asam sulfat H2SO4.

Dengan begitu, lanjut Nur Kholis, Tim meyakini teror penyerangan terhadap Novel pada 11 April 2017 silam, tak bertujuan untuk membunuh yang bersangkutan. Melainkan hanya untuk membuat korban menderita.

Hasil penyelidikan Tim berdasarkan pola penyerangan kepada korban yakni tidak terkait masalah pribadi. ( )

Share :

Baca Juga

Headline

Habib Rizieq SIap Rekonsiliasi Jika Ulama dan Aktivis Dibebaskan

Headline

Pejabat Ditjen Pajak Dibidik KPK Terkait Dugaan Suap Puluhan Miliar Rupiah

Headline

Pemerintah Tetapkan Uang Kuliah Tunggal dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru

Headline

Jenazah Mantan Kasad Jendral TNI (Purn) Pramono Edhie Dimakamkan di TMP Kalibata

Headline

Akbar Husein Harap Bebasnya Syahganda Jadi Momentum Oposan Rubah Wajah Indonesia

Nasional

Ryamizard : Keamanan Global Dibutuhkan Resolusi Baru

Headline

Update Data Corona (6/3/2021) Jumlah Pasien Positif 1.373.836 Orang dan Meninggal 37.154 Orang

Headline

Megawati Muncul Bantah Dirinya Sakit