Home / Megapolitan / Politik / Top News

Jumat, 24 Februari 2017 - 17:59 WIB

Jokowi Gandeng Terdakwa Kampanye Terselubung

JAKARTA, NasionalPos – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai Presiden Jokow Widodo (Jokowi) tidak etis meggandeng terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) tahap dua.

Selain itu, Ahok saat ini merupakan petahana dalam Pilkada DKI 2017. Perilaku ini bisa dikategorikan kampanye terselubung.

“Oya dong. Presiden kan harusnya mengerti etika, Basuki kan lagi jadi terdakwa. Selain itu, kunjungan Itu dianggap kampanye,” kata Fahri di DPR, Jum’at (24/2.2012).

Baca Juga  DPR Minta KPK Usut Pemberian Tas Mewah Kepada Mantan Dirjen PAS

Disisi lain, Fahri juga mempertanyakan netralitas Jokowi dalam Pilkada DKI putaran kedua ini. Pasalnya, Ahok terlihat masuk ke dalam mobil dinas Jokowi.

“Lha, ini lagi pilkada. Harusnya jangan begitu dong,” tandas Fahri.

Seperti diberitakan, Jokowi terlihat didampingi Ahok saat meninjau ‎proyek Simpang Susun Semanggi dan Proyek penyelesaian pengerjaan terowongan Bawah MRT Fase I, Setiabudi, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Baca Juga  Menangkan Perusahaan Diduga Terlibat Korupsi, JPM Desak KPK Selidiki Kemen PUPR

Selain Ahok, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga ikut damping Jokowi.

Jokowi berharap, Simpang Susun Semanggi akan ‎berada di sepanjang 1.800 meter akan selesai pertengahan tahun ini.

Proyek ini menjadi salah satu solusi mengatasi macet Ibukota.

Proyek simpang susun Semanggi ini dikerjakan sendiri oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan biaya mencapai Rp360 miliar. (rid)

 

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Corona (30/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 172.053 Orang dan Meninggal 7.343 Orang

Ekonomi

Ribuan Orang Mudik Lebaran Lewat Pelabuhan Bakauheni

Headline

Bertemu Menlu China, Presiden Korsel Minta China Mainkan Peran Jaga Perdamaian

Headline

Pemerintah dan Muhammadiyah Sama Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada Minggu, 24 Mei 2024

Nasional

Ketum GP 27 Juli 1996 Minta Kaum Nasionalis Bangkit Ganti Kepemimpinan Nasional

Headline

Dinar Jadi Tersangka Usai Aksi Protes PPKM Gunakan Bikini

Headline

Babinsa Tebas Kawal PPKM Skala Mikro Di Wilayah Binaan

Headline

Pasca Imunisasi, 20 Persen Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Demam