Home / Headline / Megapolitan / Top News

Senin, 13 Januari 2020 - 19:46 WIB

JPM : Diduga Ada Kongkalikong Proyek Pompa Air Bulak Cabe, Jakut

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM), Ivan Parapat  menengarai adanya kongkalikong  dalam  penentuan pemenang tender proyek pengadaan dan pemadangan sistem Pompa Bulak Cabe, Jakarta Utara dengan anggaran Rp. 45.207.076.527, Akibatnya, negara berpotensi mengalami kerugian miliaran rupiah.

Untuk itu, JPM mendesak Inspektorat Pemprov. DKI Jakarta dan aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut.

“Kami minta agar inspektorat Pemprov DKI Jakarta dan penegak hukum untuk menyikapi dan melakukan penyidikan kasus tersebut secara konkret agar tidak terjadi serta mencegah banjir korupsi di Jakarta ditengah bencana banjir di  Jakarta era Gubernur Anies Baswedan,  sekaligus agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya bila terbukti bersalah,” tandas Ivan kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Baca Juga  Korps 212 Instruksikan Anggotanya Untuk Ikut Aksi Bela Palestina

Ivan menjelaskan, dalam rangka menanggulangi dan mencegah bencana banjir di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pelayanan Pengadaan Barang & Jasa (BPPBJ) TA 2019 telah mengadakan Pelelangan Pengadaan & Pemadangan Sistem Pompa Bulak Cabe, Jakarta Utara dengan pagu anggaran Rp. 45.207.076.527.

Fakta lelang yang ditemukan JPM, lanjut Ivan, pemenang lelang yang ditetapkan oleh BPPBJ adalah PT. Asiana Technologies Lestari (PT. ATL) dengan harga penawaran Rp. 40.843.836.017.

Baca Juga  Setelah Tutup, Dua Hari Lagi Masjid Al-Aqsa Akan Dibuka

Padahal ada peserta dengan penawaran terendah, yakni PT. Jaya Tehnik Indonesia dengan harga Rp. 37.182.714.616. Artinya, ada selisih sekitar 2,1 milyar yang berpotensi menjadi kerugian negara.

“Ini ada keanehan yang kami temukan di lapangan, yakni pemenang lelang  PT. ATL yang menawar harga lebih tinggi dibandingkan PT Jaya Tehnik Indonesia. Setelah kami hitung, ada selisih harga cukup signifikan berpotensi merugikan negara sebesar Rp2,1 miliar.” terang Ivan.

“Makanya, kami minta agar Inspektorat Pemprov DKI tidak mendiamkan ini. Jika terbukti ada permainan dan itu awal korupsi, harus segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.” Pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Corona (8/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.147.365 Orang dan Meninggal 137.782 Orang

Headline

NU Harap Polisi Tangkap Buronan Kakap Selain Joktjan

Headline

Update Data Corona (19/12/2020) Jumlah Pasien Positif 657.948 Orang dan Meninggal 19.659 Orang

Nasional

Sebanyak 27 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Headline

Koarmada I Laksanakan Apel Gelar Pasukan Latihan Operasi Amfibi Tahun 2021

Headline

Prabowo Janji Berantas Korupsi di Kemenhan

Headline

Mabesal Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Headline

Ini Penjelasan KSAD Soal Penyebaran Covid-19 di Secapa AD