Home / Top News

Kamis, 8 Maret 2018 - 19:40 WIB

Kabareskrim Minta KPK Tak Usah Usut Kasus ‘Receh”

Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto

Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto

Nasionalpos.com, Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus mengungkap kasus besar. Sebab, kasus yang nilainya kecil tak sebanding biaya penyidikan yang ditanggung negara.

“Yang ditangkap jangan receh-receh (kecil), yang betul-betul (besar nilainya), (biar) negara ini jangan tambah rugi,” kata Ari usai menerima hibah barang rampasan dari perkara korupsi dan pencucian uang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, serta perkara mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Menurutnya, pengusutan kasus KPK seharusnya menyasar ‘kakap’ yang nilainya benar-benar besar. Sehingga aset-aset sitaan atau rampasan dapat lebih bermanfaat. Apabila yang diusut kasus kecil hanya merugikan keuangan negara karena biaya penyidikannya jauh lebih besar.

Baca Juga  Diklat Kaderisasi MPC PP Jaktim, Ideologi Pancasila dan NKRI Harga Mati

Sementara, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyatakan penyerahan aset tersebut atas permintaan Polri yang membutuhkan kantor dan kendaraan untuk operasional reserse. “Kalau negara membutuhkan buat operasional, daripada kami lelang ke swasta atau pihak lain, lebih baik negara langsung yang memanfaatkan,” ujarnya.

Penyerahan aset itu berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Nomor 721/KM.6/2017 pada 12 September 2017 dan Nomor 245/KM.6/WKM.07/KML.03/2017 pada 8 November 2017.

Adapun barang sitaan yang dihibahkan tersebut berupa tanah dan bangunan (kantor) yang disita dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di Jalan Wijaya Graha Puri, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kantor tersebut atas nama Neneng Sriwahyuni, istri Nazaruddin.

Baca Juga  Dianggap Abaikan Lingkungan, Pabrik Toyota Sunter Digeruduk Masyarakat

Kantor Nazaruddin itu memiliki luas tanah 153 meter persegi dan luas bangunan sebesar 600 meter persegi. Nilainya sekitar Rp 12,448 miliar.

Sedangkan aset kedua yang diserahkan adalah satu unit mobil dari perkara mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin. Mobilnya bermerek Kijang Innova dengan nomor polisi M 1299 GC senilai Rp 257,5 juta.  [ ]

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemerintah Tak Yakin Target Pajak Tahun Ini Bisa Tercapai

Headline

Terungkap Percakapan Telepon Trump Desak Pejabat Georgia Agar Dimenangkan di Pilpres

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (16/7/2020)

Headline

MUI Anggap Pemerintah Tidak Tegas Soal Rohingya

Headline

Pemuda Utara Apresiasi Pemkot Jakut Terkait Penataan Sunter

Megapolitan

Karyawati Garuda Meninggal Dalam Musibah Longsor di Bandara Soetta

Top News

Rekan Bisnis Sandiaga, Andreas Lapor Balik Edward Soeryadjaja Cs

Headline

Ini Rekayasa Lalin Ibukota Jakarta Malam Tahun Baru