Home / Headline / Internasional / Top News

Kamis, 15 Agustus 2019 - 20:17 WIB

Kapal China Kembali Masuk Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Nasionalpos.com, Jakarta – Sebuah kapal China kembali memasuki wilayah yang  disengketakan oleh Vietnam di perairan Laut China Selatan, Rabu (14/8/2019).

Data Pusat Studi Pertahanan Lanjutan (C4ADS) yang berbasis di Amerika Serikat memaparkan kapal survei geologi China,HaiyangDizhi 8, memasuki perairan di sekeliling KepulauanSpartly pada Juli lalu. Kepulauan itu selama ini menjadi sengketa Beijing dan Hanoi.

C4ADS mengatakan Haiyang Dizhi 8 sempat meninggalkan perairan itu pada pekan lalu, namun kembali pada Selasa (13/8/2019).

Kapal itu didampingi setidaknya dua kapal penjaga pantai China. C4ADS melaporkan beberapa kapal Vietnam mengikuti kapal-kapal China itu dari dekat.

Baca Juga  FKDM Jaksel Deteksi Sejumlah Lokasi Rawan Narkoba

Analis senior C4ADS, Devin Thorne, mengatakan kapal-kapal China itu masih berada di perairan sengketa sampai hari ini.

“Operasi kapal survei geologi di kawasan itu menggambarkan tujuan China menggunakan sumber daya sipil, komersial, ilmiah, hingga paramiliter untuk mengejar kepentingan dan visinya di Laut China Selatan,” kata Thorne seperti dikutip AFP.

Sementara itu, pejabat Vietnam enggan mengomentari laporan C4ADS tersebut.

Baca Juga  Update Data Corona (28/2/2021) Jumlah Pasien Positif 1.334.634 Orang dan Meninggal 36.166 Orang

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik setelah China mengklaim hampir 90 persen wilayah yang kaya sumber daya alam itu. Klaim China itu tumpang tindih dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Brunei, bahkan Taiwan.

Meski AS tidak memiliki klaim di wilayah itu, Washington mengecam klaim China terhadap perairan yang menjadi jalur utama perdagangan tersebut.

Gedung Putih juga mengecam setiap upaya China di Laut China Selatan, mulai dari membangun pulau buatan hingga memasang instalasi militer.

AS menegaskan kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan yang mereka anggap merupakan perairan internasional. Demikian dilansir CNN Indonesia.com. (*)

Share :

Baca Juga

Top News

Mendagri Melanggar Ketentuan Jika Tidak Berhentikan Ahok Sebagai Gubernur DKI

Headline

PBNU Tolak Keras Perpres Miras

Headline

Polri Catat 106 Narapidana Kembali Berulah Setelah Bebas Lewat Asimilasi

Top News

Andi Narogong Akhirnya Divonis 8 Tahun Penjara Terkait Kasus e-KTP

Ekonomi

BI Sebut Utang Indonesia Pada April 2020 Mencapai 400,2 Miliar Dolar AS

Headline

Mahathir Ajukan Mosi tidak Percaya Kepada PM Malaysia

Ekonomi

BI Catat Pekan Ini Aliran Modal Asing Rp7,55 Triliun

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Minggu (28/9/2020)