Home / Nasional / Top News

Kamis, 7 Desember 2017 - 00:04 WIB

Kasus Pesta Narkoba di Sudin Kebakaran Jaktim, Presiden GL Pro 08 Minta Gubernur Panggil Subedjo

Jakarta,NasionalPos — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diminta memanggil Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta, Subedjo menyusul terbongkarnya pesta Narkoba di Kantor Suku Dinas PKP Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Demikian diungkapkan Presiden GL Pro 08, Jimmy CK, SE, Ak melalui pesan elektroniknya, Rabu (6/12).

“Pesta narkoba yang dilakukan pegawai Sudin Kebakaran Jakarta Timur sangat memalukan,” kata Jimmy.

Karena itulah Jimmy mendesak Anies untuk segera memanggil Subedjo untuk dimintai keterangannya.

“Subedjo itu pimpinan, makanya dia harus ikut bertanggung jawab atas kelakuan anak buahnya,” ujar Jimmy.

Diketahui, tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya menangkap lima anggota Polres Metro Jakarta Timur karena diduga menyalahgunakan wewenang dengan membebaskan dua petugas Suku Dinas
Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur atas kepemilikan narkotik.

Kelima anggota tersebut adalah Bripka LZ, Bripka FZ, Briptu NS, Bripka DD dan Bripka SJS.

Baca Juga  KPUD DKI Tetapkan Anies Sebagai Gubernur DKI Jakarta

“Mereka diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atau pungli berupa pelepasan dua orang pelaku tindak pidana narkotika atas nama A dan D dengan menerima imbalan uang Rp40 juta,” ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis saat dikonfirmasi.

Penangkapan dua petugas anak buah Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subedno berinisial A dan D dilakukan di Kantor Sudin Damkar Jakarta Timur, Minggu (19/11). Keduanya kedapatan memiliki narkotik jenis sabu sebanyak satu kantong plastik klip dan satu buah alat isap sabu.

Setelah itu, salah satu anggota kepolisian berinisial FZ menghubungi Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Gatot untuk memberitahukan bahwa anak buahnya kedapatan memiliki narkotik. Gatot kemudian menemui FZ dan meminta supaya kedua anak buahnya tidak diproses hukum.

“Yang bersangkutan meminta tolong dan bersedia memberikan uang sebesar Rp40 juta. Setelah disepakati, FZ melepaskan A dan D,” tutur Idham.

Baca Juga  Meski Dikritik, Pemerintah Tetap Akan Impor Beras

FZ kemudian berjanji tidak melanjutkan perkara narkotik setelah Petugas Damkar menyerahkan uang suap. Pada Selasa (21/11) kelima anggota tersebut menyambangi kantor Sudin Damkar Jakarta Timur dengan tujuan mengambil uang tersebut.

Namun, tidak berselang lama kelimanya justru diamankan oleh Tim Propam Polda Metro Jaya dengan barang bukti uang hampir mencapai Rp40 juta.

“Selanjutnya kelima anggota berikut barang bukti diamankan ke Kantor Subbidpaminal Bidpropam PMJ guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Idham mengaku, akan memecat kelima anggota tersebut atas perbuatan yang dilakukannya yang dinilai melanggar hukum.

Saat ini, kata Idham, kelimanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Propam Polda Metro Jaya. Sementara itu kedua petugas pemadam kebakaran akan diproses hukum.

“Akan saya PTDH (pemecatan tidak dengan hormat) untuk mereka yang terlibat. Yang tangani Polres Jakarta Timur dan nanti akan saya lihat perannya,” katanya. []

Share :

Baca Juga

Headline

Mantan Menpora Imam Nahrowi Divonis 7 Tahun Penjara Terkait kasus Dana Hibah KONI

Headline

8 Jet Tempur China Terlihat Ditempatkan di Laut China Selatan

Headline

Warga Aspol Menteng Tolak Pengosongan Lahan Tanpa Kompensasi

Headline

Polda Metro Jaya Putar Balikkan 18.708 Kendaraan Menuju Jakarta

Nasional

Ketua DPR Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Headline

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan Dua SKK Amankan Kerusuhan Jayapura

Headline

Nadiem Mengaku PJJ Berdampak Buruk dan Berkepanjangan Bagi Anak

Headline

Dianggap Abaikan Lingkungan, Pabrik Toyota Sunter Digeruduk Masyarakat