Home / Headline / Nasional / Top News

Kamis, 16 April 2020 - 19:07 WIB

Khawatir Gelombang Kedua Corona, Dokter Paru Desak Pemberlakuan Karantina Wilayah

Nasionalpos.com, Jakarta – Dokter paru Rumah Sakit Persahabatan dr. Andika Chandra Putra mendesak pemberlakuan karantina wilayah guna mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang kedua penyebaran wabah COVID-19.

“Karena kita sedang di fase akselerasi, tentu lockdownnya harus benar-benar kita lakukan,” katanya melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Ia mengatakan kemungkinan gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19 dapat terjadi di Indonesia seperti halnya di beberapa negara lain di dunia.

Gelombang kedua penyebaran kasus tersebut, kata dia, ditandai dengan kasus reinfeksi pada kasus yang sebelumnya telah dinyatakan negatif ataupun berupa penemuan kasus penyebaran baru setelah terjadi penurunan dari puncaknya, baik secara lokal maupun imported cases.

Baca Juga  JK Tegaskan Pembakaran Kotak Suara Pemilu Tindakan Kriminal

Ia menganggap pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum efektif menghambat penyebaran virus, melihat masih banyak antrean orang-orang saat menggunakan angkutan umum massal sehingga sulit menerapkan imbauan menjaga jarak.

“Karena kita lihat belum sepenuhnya lockdown. Kemudian prinsip-prinsip social distancing juga belum sepenuhnya diterapkan,” katanya.

Ditambah lagi, katanya, dengan kapasitas tenaga medis dan kelengkapan alat medis yang masih terbatas di tengah banyaknya kasus yang terus meningkat.

Ia berharap pemerintah pemerintah memperketat kebijakan PSBB dengan melakukan karantina wilayah sehingga kasus yang telah ada di satu wilayah tidak menyebar ke wilayah lain karena mobilitas masyarakat belum benar-benar dihentikan.

Baca Juga  Prabowo vs Jokowi 'Remach" di Pilpres 2019

Selain perlunya melakukan karantina wilayah, ia juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan benar-benar manaati seruan untuk menjaga jarak dan sebisa mungkin untuk tetap berada di dalam rumah guna membatasi penyebaran wabah dan tidak semakin memperparah situasi.

“Karena seiring dengan bertambah lamanya PSBB ini tentu baik tenaga medis maupun masyarakat tentu akan lelah, lelah secara pikirian, tenaga dan kondisi psikologi yang ikut memengaruhi,” katanya.

“Makanya saya selalu mengibaratkan enggak apa-apa kita bersakit-sakit dahulu tapi singkat, daripada kita lengah tetapi dalam jangka waktu yang lama,” katanya. (ANTARA)

Share :

Baca Juga

Headline

Rektor Unkris : Keberlanjutan Lingkungan Jadi Isu Krusial di Perkotaan

Headline

Update Data Corona (1/12/2020) Jumlah Pasien Positif 543.975 Orang dan Meninggal 17.081 Orang

Headline

Jaksa Tuntut Juliari 11 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp14,5 Miliar

Headline

Sah! 64 Perwira Kolinlamil Jadi Penyidik Tindak Pidana di Laut

Headline

Nurdin Abdullah Minta Didoakan Dituntut 6 Tahun Penjara Dalam Kasus Suap dan Gratifikasi

Nasional

Riza Patria: Gerindra beri Catatan Merah 3 Tahun Jokowi

Headline

Rijal KOBAR Polisikan Hasto dan Rieke Terkait RUU HIP

Headline

Gerindra dan Golkar Bangun Komunikasi Jelang Pilkada 2020