Home / Nasional / Politik / Top News

Kamis, 13 Juni 2019 - 19:04 WIB

Kongres PDI-P Dimajukan, Akankah Megawati Turun Tahta?

Megawati dan Jokowi

Megawati dan Jokowi

Nasionalpos.com, Jakarta – PDIP Perjuangan akan memajukan jadwal pelaksanaan Kongres partai yang seharusnya dilaksanakan tahun depan. Rencananya, kongres dengan agenda memilih Ketua Umum dan kepengurusan baru akan digelar pada 8 – 10 Agustus 2019 nanti. Akankah Megawati turun tahta?

Diketahui, PDIP terakhir kali menggelar kongres pada tahun 2015 lalu. Saat itu, secara aklamasi kongres PDIP memutuskan dan mengukuhkan kembali Megawati sebagai ketua umum.

Jadwal kongres yang dimajukan itu diungkapkan politikus PDIP Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, sebelum kongres maka partainya akan lebih dulu menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kantor DPP PDIP pada bulan Juli 2019.

Baca Juga  KPK dan BKN Akan Dipolisikan Terkait Dugaan Manipulasi Tanggal MoU TWK

Dijelaskan Eva, agenda Kongres V adalah pemilihan ketum dan pengurus DPP partai yang baru. Kongres sendiri akan digelar di Bali.

“Rakernas bulan Juli di DPP PDIP, kongres di Bali 8-10 Agustus. Saat ini Badiklatpus sedang menyiapkan laporan untuk bahan Rakernas bulan Juli nanti. Normatifnya, kongres itu memilih Ketum dan kepengurusan baru,” tutur Eva kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Eva mengungkapkan alasan menggelar kongres dipercepat karena banyak agenda partai yang perlu dieksekusi secepatnya. Salah satunya pembentukan kepengurusan partai yang baru dari tingkat daerah sampai ke tingkat pusat.

“Jadi, banyak agenda penting yang harus dieksekusi yang tidak bisa menunggu kongres (pada 2020 nanti) ya, sehingga perlu dibentuk pasukan baru mulai bawah hingga atas,” jelas Eva.

Baca Juga  KPK Tetapkan Gubernur Riau Nurdin Sebagai Tersangka Suap Reklamasi

Namun, Eva enggan berspekulasi lebih lanjut soal adanya suksesi pergantian Ketua Umum PDIP yang selama ini selalu dijabat Megawati Soekarnoputri.

Eva sendiri masih meyakini para kader di daerah yang masih tetap mendukung Megawati untuk kembali memimpin PDI-P. Namun soal ada atau tidaknya pergantian ketum, semuanya menjadi Megawati.

“Semuanya berpulang ke bu Mega, mau tetap atau diganti. Walau kehendak utusan daerah masih kuat ke bu Mega. Saya yakin bu Mega sudah menyiapkan yang terbaik bagi PDIP,” tutupnya. (rid)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemerintah Diminta Tidak Merevisi UU Tentang Larangan TKA Duduki Jabatan Tertentu dan Personalia

Headline

Tanpa Putusan MA dan MK, KPK Tetap Pecat 56 Pegawai Tak lolos TWK

Headline

China Tegaskan Penolakan AS Atas Klaim di Laut China Selatan

Megapolitan

Bangunan Rumah Tinggal Melanggar IMB di Kapuk Muara,Penjaringan Dibongkar Petugas

Headline

Dekan FT Unkris : Mari Bangun Sinergi Wujudkan FT Unkris Terunggul

Ekonomi

Negara Belum Dapat Pembayaran Sepeserpun Dari PT Freeport

Nasional

Anggaran BNN Dipangkas, Buwas Singgung Kebutuhan Anjing K-9

Headline

Update Data Corona (8/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 200.035 Orang dan Meninggal 8.230 Orang