Home / Megapolitan / Politik / Uncategorized

Selasa, 19 Maret 2019 - 05:42 WIB

Wacana Konvensi Caleg Beragama Katolik, Wujudkan Pemilih Berdaulat Gereja Bermartabat

Nasionalpos.com, Jakarta–Perhelatan Pemilihan Umum Legislatif 2019 ini nampaknya di sambut positif oleh kalangan umat Kristiani, suasana ini, terbukti dengan  kehadiran para calon legislative Katolik dari berbagai Partai Politik Peserta Pemilu di Jakarta ini, kehadiran mereka bukannya tanpa masalah, melainkan justru menimbulkan permasalahan di kalangan umat, umat menjadi bingung, mana sosok calon legislative yang layak dan pantas di pilih, sehingga dari  situasi tersebut, kemudian di manfaatkan lah oleh oknum pialang politik untuk menyeret hirarki gereja agar terjebak  dalam kubangan politik praktis, akibatnya memicu praktek politik yang tidak bermartabat dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani, hal ini terjadi di Jakarta Barat, yang mengindikasikan adanya praktek diskriminatif, terselubung dan manipulative, yakni memunculkan beberapa nama caleg saja untuk dikenalkan ke umat, demikian di katakan Dodik Geger Ekalaksana, caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta 10 dari Partai Perindo kepada pers, Selasa, (19/3/2019) di kawasan Grogol Jakarta Barat.

“Kondisi ini sangat tidak fair, kami bersama caleg lainnya, punya hak untuk di kenalkan kepada umat dan juga punya hak kesempatan untuk di pilih umat, kenapa hanya caleg itu itu saja yang di kenalkan ke umat?”ungkap Dodik

Keluhan Dodik beserta caleg DPRD DKI Jakarta maupun caleg DPR RI dari Partai Politik lainnya, mendapatkan tanggapan serius dari beberapa tokoh umat di luar sie HAAK  di wilayah Kota Adm Jakarta Barat, kemudian mereka berkumpul, lalu mereka sepakat menyelenggarakan Konvensi Calon Legislatif Katolik, sebagai ruang untuk menguji, memilah kualitas caleg serta memandu umat dalam menentukan hak pilihnya.

Wacana Konsvensi umat itupun, mendapatkan respon dari Umat Katolik, sebut saja Bernadetta Yanti ( 20), salah seorang umat dari Paroki Kristoforus, Grogol Jakarta Barat, ia mengatakan bahwa masalah pemilihan umum, yakni pemilihan umum legislative maupun pilpres yang di tahun 2019 di selenggarakan berbarengan, memang membuat umat galau untuk menentukan hak politiknya.

Baca Juga  Politikus PBB Ini Sebut Jokowi "Plin Plan"

“Jujur saya sebagai umat galau, siapa calon legislative yang layak dipilih di daerah kami, tapi realitasnya yang di kenalkan kepada kami hanya beberapa orang caleg, padahal yang saya tau dari KPUD Jakarta Barat, lebih dari satu lho, caleg beragama Katolik dari dapil Jakarta 10, nah, makanya saya setuju dengan adanya konvensi caleg, biarkan umat yang pilih, gereja jangan intervensi mengarahkan umat untuk memilih seseorang caleg,”tutur Bernadetta Yanti kepada pers, Selasa, 19/3/2019 di Grogol Jakarta Barat..

Senada dengan  Bernadetta Yanti, seorang pemuda warga Paroki Maria Kusuma Karmel, Kembangan Jakarta Barat, sebut saja Thomas Suyitno ( 35) juga mengatakan bahwa jika dalam perhelatan pemilu legislative maupun pemilihan Presiden & Wakil Presiden, sudah semestinya Umat di dewasakan dengan memberikan kebebasan menentukan hak politiknya, nah peran gereja hanya memberikan panduan saja atau criteria saja, karena itu ketika ada wacana Konvensi Caleg, ia sangat mengapresiasi wacana tersebut.

“Saya mendukung Konvensi Caleg Katolik, sehingga umat tau rekam jejak caleg tersebut, ya jangan sampai memilih kucing dalam karunglah,”tutur Thomas Suyitno kepada pers, selasa,(19/3/2019) di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Sementara itu di tempat terpisah,  masalah Konvensi Caleg beragama Katolik  juga mendapat komentar dari seorang umat Gereja Katolik Trinitas, Cengkareng, Jakarta Barat, sebut saja, Lambertus Hutasoit ( 45), ia menanggapi tentang wacana Konvensi Caleg Katolik, bahwa usulan umat tersebut, sudah seharusnya segera di tanggapi oleh hirarki gereja, pasalnya, selama ini ia mengamati adanya kecenderungan umat di arahkan oleh oknum HAAK untuk memilih seorang caleg DPRD DKI Jakarta dapil 9 dari Partai tertentu saja dan juga caleg DPR RI  dari Parpol  tertentu.

Baca Juga  Pemprov DKI Siapkan Proses Lelang Sebanyak 12 Jabatan SKPD

“Baguslah, kalau ada konvensi Caleg, sehingga umat di cerdaskan dalam memilih caleg, masa’ hanya caleg itu itu saja yang di kenalkan ke umat, kami kan ingin memilih caleg dari parpol lainnya, yang mungkin lebih berkualitas dari caleg yang selama ini di kenalkan kepada umat,”tutur Lambertus Hutasoit, saat di temui awak media, Selasa, 19/3/2019 di sekitar kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Hal yang sama juga di sampaikan Veronica Meilani ( 30) umat Paroki Matias Rasul Bojong, yang mengatakan bahwa selama ini ia mencium adanya kecenderungan umat di arahkan oleh oknum HAAK Paroki Matias Rasul untuk memilih caleg DPRD DKI Jakarta dari partai tertentu saja, begitu pula dengan caleg DPR RI nya, padahal ketika ia mencari informasi dari internet maupun media sosial, ternyata ada Caleg DPRD DKI Jakarta dapil 9 dari Partai politik lainnya, jumlahnya lebih dari satu, hal yang sama juga terjadi pada caleg DPR RI.

“ Saya terkejut, ketika lihat di internet, ada juga lho, caleg beragama katolik di dapil Jakarta 9 dari partai politik lainnya, yang mestinya pihak HAAK juga mengundang mereka, jangan yang itu mulu, jangan jangan di duga ada oknum pengurus sie HAAK jadi team sukses caleg tersebut,ya, wuaduh, mendingan bikin konvensi caleg beragama Katolik aja deh, biar fair play lah,ayo lewat konvensi Caleg, kita wujudkan Pemilih Berdaulat, Gereja bermartabat, ”pungkas  Veronika Meilani kepada awak media, Selasa, (19/3/2019) di kawasan Bojong, Jakarta Barat

Share :

Baca Juga

Politik

Ketua DPR Dorong Kemendagri Lakukan Coklit Untuk Warga yang Belum BerKTP-el

Nasional

Kemensos Bantu Korban Gempa dan Longsor di NTB

Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Gelar Sosialisasi JKN Ke Tokoh Agama & Pengemudi Umum

Headline

Mahfud Tegaskan Amandemen UUD 1945 Kewenangan MPR

Politik

Dualisme Berakhir, Duet Oso dan Sudding Kembali Pimpin Hanura

Politik

Para Pegiat Desa Klarifikasi Klaim Capres Prabowo Sebagai Inisiator UU Desa

Headline

Tito Bolehkan Kepala Daerah Utak Atik APBD Untuk Biaya PPKM

Headline

Dipimpin Ketua Banten, Kader Demokrat Bubarkan Acara Kubu Moeldoko