Home / Top News

Senin, 22 Januari 2018 - 05:24 WIB

KPK Cek Keaslian Barang Mewah Bupati Nonaktif Kukar

Nasionalpos.com., Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengecek keaslian perhiasan dan jam tangan bermerek yang disita dari Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari terkait pengusutan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Barang bukti yang disita berupa perhiasan dan jam tangan itu akan dicek keasilannya. Jika diperlukan selanjutnya akan dilakukan penaksiran harga,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di KPK, Jumat (18/1/2018).

Adapun barang bukti yang telah disita KPK dari hasil penggeledahan tersebut adalah 103 perhiasan berlapis emas dan berlian. Berupa,  kalung, gelang, dan cincin.

Selain itu, KPK juga menyita jam tangan mewah yang berjumlah 32 buah dengan merek Gucci, Tisot, Rolex, Richard Mille, Dior, dan merek lainnya.

Baca Juga  Pemerintah Targetkan Pusat Data Nasional Kelar Pada Tahun 2023

KPK juga sebelumnya telah menyita asset milik Rita berupa mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser dan dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur

Sebelumnya, penyidik KPK menyita 36 buah tas dan 19 pasang sepatu bermerek. Diantaranya, merek Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, Louis Vuitton, dan lainnya. Namun, Rita sempat menyatakan jika semua tas mewah itu hanya imitasi alias KW.

Seperti diberitakan, penyidik KPK teleh menetapkan Rita sebagai tersangka suap, gratifikasi serta pencucian uang.

Untuk kasus TPPU, Rita bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin diduga mencuci uangnya hasil korupsi dan gratifikasi selama menjadi bupati sejak 2010 lalu sebesar Rp436 miliar.

Baca Juga  Panglima Mutasi Puluhan Pati TNI

Dalam kasus suap, Rita ditetapkan sebagai tersangka bersama Khairudin dan , Hery Susanto Gun alias Abu selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Priman.

Terkait kasus suap, Rita ditengarai menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sementara  untuk kasus gratifikasi, Rita dan Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar. ( )

 

Share :

Baca Juga

Headline

Vaksin Berbayar di Klinik Kimia Farma

Headline

Meski Dibantah, Nurdin Abdullah Yakin Serahkan Rp200 Juta Kepada Cakada Bulukumba

Headline

Sebanyak 51 Orang di Freeprot Terpapar Covid-19

Top News

Propam Polri Selidiki Pernyataan Cawagub Jabar Soal Pesan Kapolri

Headline

Adhie Massardi : Koruptor Bansos Layak Disuntik Mati

Headline

Kanada Nilai Masker China Tak Penuhi Standar Covid-19

Headline

Dubes China-Australia Perang Argumen di Medsos Soal Laut China Selatan

Top News

Ahok Dipenjara, Veronica Bersama ‘Selingkuhan’ ke Singapura