Home / Headline / Hukum / Nasional / Top News

Jumat, 14 Februari 2020 - 00:46 WIB

KPK Didesak Jemput Paksa Mekeng Terkait Dugaan Suap Proyek ESDM

Nasionalpos.com, Jakarta – Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat (Ampera) Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak lembaga anti-rasuah untuk menjemput paksa anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng terkait dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM.

Pasalnya, Mekeng dinilai tidak kooperatif lantaran sudah lima kali mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa. “kami mendesak KPK harus segera menjemput paksa Melchias Marcus Mekeng, karena sudah lima kali mangkir dari panggilan KPK dengan alasan sakit, jangan biarkan citra KPK ini dirusak oleh Mekeng. Agar tidak ada penilaian publik bahwa KPK melindungi politikus Golkar ini,” tegas Ryan Rei, Koordinator Ampera Peduli KPK kepada wartawan, Kamis (13/02/2020) malam di Jakarta.

Diketahui kasus tersebut telah menjerat pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Samin Tan. Dimana, Tamin San yang juga telah ditetapkan tersangka, namun tak kunjung ditahan KPK.

Baca Juga  BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah

Dalam perkara ini, KPK menduga Samin Tan memberi suap ke mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut. Diduga Melchias Mekeng merupakan pihak yang menjembatani Eni kepada Samin Tan.

Ryan mencurigai pimpinan KPK selama ini termasuk yang kini dikomandani Firly Bahuri merasa takut dengan Mekeng, mengingat Mekeng bebas berkeliaran dan menjadi pengurus teras Partai Golkar. “Sepertinya KPK lebih takut dengan Melchias Mekeng. Dari komisioner KPK yang lama hingga ke komisioner KPK yang baru, Politikus Golkar ini belum pernah seolah tak tersentuh. Meski sudah mangkir dari panggilan KPK lima kali dan KPK pun sudah mencekal saat bepergian ke Luar Negeri,” beber Ryan.

Baca Juga  Wasapada Ini Situs Palsu PeduliLindungia.com

Selama ini, lanjut Ryan, KPK hanya berwacana untuk panggil paksa Mekeng, meski akhirnya keluar surat pencekalan keluar negeri. Lantaran itu, Mekeng pun seolah tak menggubris KPK. Tak heran, public mempertanyakan independensi KPK. “Rakyat Indonesia sampai hari ini terus bertanya-tanya, ada apa dengan KPK dan Mekeng ? Katanya KPK independent, tapi kok Mekeng kayak anak kesayangan KPK,” kata Ryan.

Untuk itu, Ryan menegaskan inilah saatnya komisioner KPK yang baru tunjukkan keberaniannya untuk jemput paksa Melchias Mekeng. “Kalau Harun Maisiku masih DPO,  ini Mekeng jelas-jelas sudah di depan mata berkantor di DPR RI dan juga salah satu Waketum partai Golkar,” imbuhnya.

Ryan juga mendesak KPK agar segera menahan Samin Tan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (15/2/2019) lalu.  “kami juga mendesak agar KPK segera menahan Samin Tan karena dia telah berstatus tersangka KPK,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kementan RI Siapkan B100 Sebagai Energi Alternatif

Ekonomi

Pemerintah Putuskan Paket Sembako diganti Dalam Bentuk BLT

Headline

Kasau: Ruang Udara Menentukan Kedaulatan, Kemajuan, Kesejahteraan, dan Kemakmuran Negara

Headline

Pasca Diblokade Massa, Akses Bandara Yatimo, Papua Kembali Dibuka

Headline

Tuai Laporan Masyarakat, Kementerian PANRB akan Evaluasi Kantor Pertanahan di Seluruh Provinsi

Politik

Inilah Tujuh Parpol Yang Bisa Ajukan Gugatan

Megapolitan

Anies bertemu Ulama dan Petinggi Demokrat

Headline

Prabowo Bertemu Megawati Pasca Pilpres 2019