Home / Headline / Nasional / Top News

Rabu, 23 Desember 2020 - 22:07 WIB

Luhut Larang Orang Dari Inggirs dan Australia Masuk Indonesia

Luhut B. Panjaitan

Luhut B. Panjaitan

NasionalPos.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa Indonesia akan menutup diri sementara waktu setelah adanya varian baru COVID-19 dari Inggris.

Dalam program Indonesia Business Forum tvOne, Luhut menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan berbagai disiplin ilmu menyangkut kesehatan. Seperti ahli paru hingga lembaga Eijkman Institute for Mulecular Biology.

“Jadi kita sepakat untuk orang yang datang dari Inggris maupun dari beberapa negara lain termasuk juga Australia, itu selama 2 minggu ke depan kita tidak benarkan masuk ke Indonesia,” kata Luhut, Rabu malam  (23/12/2020).

Termasuk untuk WNI yang berada di luar atau dari negara-negara tersebut dan hendak kembali ke Tanah Air. Luhut mengatakan, warga Indonesia yang akan kembali nantinya harus menjalani proses karantina.

Baca Juga  WP KPK : Tuntutan Rendah Pelaku Penyerangan Novel Berdampak Pada Pemberantasan Korupsi

“Dan termasuk orang Indonesia yang datang atau balik dari luar, dia harus melakukan rapid test dan kemudian tinggal di karantina yang disiapkan oleh pemerintah selama 5 hari,” jelas politisi senior Partai Golkar itu.

Usai karantina tersebut, kata Luhut, nantinya akan kembali dilakukan tes terhadap WNI tersebut. Jika memang negatif, maka bisa kembali ke keluarganya di Tanah Air. Luhut mengatakan, hal itu dilakukan pemerintah berkaca pada kasus yang terjadi di Australia.

Baca Juga  Kejari Jak-Bar, Di duga Gantung Kasus Dugaan Korupsi Alat Fitnes !!!

“Karena kita tidak mau kejadian seperti Australia ada beberapa orang dari UK yang datang ke sana ternyata bawa masalah itu, varian baru tadi, dan sekarang di Australia juga jadi masalah,” jelasnya.

Varian baru virus corona COVID-19 telah terdeteksi di Inggris dan dinilai lebih mudah menyebar. Hal ini terbukti dengan penyebaran varian lain itu di beberapa negara di luar Inggris.

Tak sedikit pakar yang mengkhawatirkan varian lain dari mutasi virus SARS-CoV-2 ini. Meski belum banyak data terkait virus corona jenis baru ini, peneliti sudah melihat adanya potensi penularan yang begitu cepat dan luas dibanding varian sebelumnya.

Otoritas Eropa bahkan menganggap ini sebagai masalah yang sangat serius. (VIVA)

Share :

Baca Juga

Headline

Jet-Jet Tempur Israel Bombardir Jalur Gaza 5 Malam, Balas Serangan Hamas

Nasional

Bandung-Garut macet akibat banjir Kahatex

Nasional

Kasal Gelar Halal Bihalal dengan Prajurit Mabesal

Headline

Tolak Uji Materi Perppu Corona, Hakim Nyatakan Ada Kerugian Konstitusional

Headline

Jelang HUT RI ke-75, Kopassus Bentangkan Merah Putih di Puncak Cisarua

Megapolitan

Jasa Marga “Ongkosin” 46.789 Penumpang Transjakarta dan KRL Commuterline

Headline

Update Data Corona (18/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.188.529 Orang dan Meninggal 140.323 Orang

Headline

Ini Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi Covid-19