Home / Headline / Internasional / Top News

Selasa, 14 September 2021 - 19:32 WIB

Makin Ganas, Dalam Sepekan Pasukan Junta Militer Myanmar Tewaskan 12 Warga Sipil

Pasukan junta militer Myanmar

Pasukan junta militer Myanmar

NasionalPos.com, Jakarta – Dalam seminggu terakhir, setidaknya 12 warga sipil Myanmar tewas dibunuh pasukan junta militer di wilayah Magwe, Sagaing dan Yangon.

Sebelumnya, pasukan junta membunuh dua bersaudara di Kotapraja Taungdwingyi, Wilayah Magwe. Pembunuhan ini dilakukan setelah tiang telekomunikasi milik militer Mytel, salah satu dari empat operator telekomunikasi di Myanmar, hancur.

Melansir The Irrawady, kelompok perlawanan junta mengatakan bahwa tentara Myanmar menyiksa penduduk desa saat mereka diinterogasi atas insiden tersebut. Dua orang tewas dan empat penduduk lainnya ditahan.

Menara telekomunikasi milik militer Myanmar menjadi sasaran kelompok anti-militer Myanmar, setelah sebelumnya Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) mendeklarasikan perang melawan junta pada 7 September lalu.

Baca Juga  Update Data Corona (24/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 95.418 Orang Meninggal 4.665 Orang

Tak hanya itu, pasukan junta juga membakar 30 rumah penduduk selama penggerebekan di desa Hnan Khar dan Htet Hlaw di Kotapraja Gangaw, ketika akhir pekan. Pasukan junta juga menembak mati seorang penduduk desa dan pejuang perlawanan anti-militer. Kedua mayat ditemukan ketika para penduduk desa kembali ke tempat itu.

Pada Senin (13/9/2021) paginya, pasukan junta membakar setidaknya sepuluh rumah di desa Hnan Khar.

Di Kotapraja Myaung, Wilayah Sagaing, tujuh penduduk desa yang terjebak selama bentrokan dilaporkan ditembak mati oleh tentara rezim junta.

Di Wilayah Yangon, seorang pria berusia 36 bernama Ko Aung Ko ditembak mati ketika ia tidak dapat menghentikan mobilnya saat berhadapan dengan pos pemeriksaan junta pada Sabtu malam. Istrinya ikut tertembak dan dalam kondisi kritis.

Baca Juga  Update Data Corona (24/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 155.412 Orang dan Meninggal 6.759 Orang

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik melaporkan bahwa sejak kudeta Februari lalu, pasukan junta telah menewaskan sedikitnya 1.080 orang, termasuk remaja, anak-anak, aktivis mahasiswa, pengunjuk rasa, politisi, pengamat dan pejalan kaki.

Selain membunuh, junta militer juga menyandera 177 orang yang mana merupakan keluarga dari aktivis anti-rezim militer.

Junta sendiri melakukan kudeta karena menganggap hasil pemilu yang dimenangkan Aung San Suu Kyi sebagai bentuk kecurangan. (CNN Indonesia)

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Ratna Sarumpaet Akui Pencipta Hoax & Berbohong

Headline

Update Data Corona (15/11/2020) Jumlah Pasien Positif 467.113 Orang dan Meninggal 15.211 Orang

Politik

Letjen (Purn) Syarwan Hamid Nilai DPR “Mandul”

Ekonomi

Utang BUMN Jatuh Tempo Tahun Ini, Garuda Harus Bayar 500 Juta Dollar AS

Headline

WN China Kembali Terobos Resor Mewah Trump

Headline

Isolasi Terpusat OTG Nagrak dan 4 Posko PPKM Mikro di Sidak Panglima TNI

Headline

China Murka Kapal Perusak Rudal AS Berlayar di LCS

Headline

Jokowi Didesak Pecat Menteri PUPR dan KPK Diminta Memeriksa