Home / Internasional

Senin, 20 Desember 2021 - 20:05 WIB

Makin Panas, China Nyatakan Berjuang Sampai Akhir Lawan AS

NasionalPos.com, Jakarta – Di tengah peningkatan ketegangan di kawasan, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyatakan bahwa Beijing tak akan takut menghadapi Amerika Serikat.

“Jika ada konfrontasi (menghadapi AS), (China) tidak akan takut, dan akan berjuang hingga akhir,” kata Wang Yi saat menyampaikan pidato seperti dikutip Reuters, Senin (20/12/2021).

Wang menyatakan bahwa ketegangan kedua negara belakangan ini terjadi karena “kesalahan strategi” Amerika Serikat.

Meski demikian, Wang menyatakan bahwa China akan menyambut baik jika AS ingin ada kerja sama yang saling menguntungkan.

Wang menilai, tak ada salahnya jika kedua negara terlibat kompetisi. Namun, seharusnya perlombaan kedua negara itu bisa menjadi hal yang positif.

Baca Juga  Lemparan Telur Connlly ke Senator Anning Mendunia Lewat Mural, Meme dan Ilustrasi

Hubungan antara China dan AS tegang karena berbagai isu, mulai dari saling tuding asal-usul Covid-19, perdagangan, hak asasi manusia, hingga tekanan Beijing terhadap Taiwan.

Saat berbincang dengan Presiden China, Xi Jinping, melalui telepon pada November lalu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menekankan kasus hak asasi manusia.

Xi juga memberikan peringatan terhadap Amerika bahwa China akan memberikan tanggapan atas bentuk provokasi apapun di Taiwan.

Selama ini, China mengklaim bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah mereka. Namun, Taiwan bersikeras ingin memerdekakan diri.

China pun selalu marah jika ada negara yang menjalin hubungan dengan Taiwan. AS sendiri dilaporkan memberikan dukungan kepada militer Taiwan, baik dari senjata maupun pembentukan kualitas sumber daya manusianya.

Baca Juga  Wajah Baru Pelabuhan Muara Angke, Usai Direvitalisasi

Belakangan, China meningkatkan tekanannya terhadap Taiwan. Mereka kerap melakukan intimidasi dengan pengerahan jet tempur ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ).

Selain isu Taiwan, masalah hak asasi manusia juga memicu ketegangan AS dan China. Pekan lalu, Senat Amerika Serikat melarang impor dari wilayah Xinjiang, China.

Langkah tersebut diambil karena China dianggap melakukan tindakan pelanggaran HAM, seperti menerapkan kerja paksa terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. (CNN Indonesia.com)

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

Inggris Pindahkan “Predator Seks” Reynhard Ke Penjara Khusus Penjahat Berbahaya

Headline

Ini Tugas Berat PM Malaysia Yang Baru Ditunjuk

Headline

Muslim AS Boikot Hilton Pasca Rencana Bangun Hotel di Masjid Uighur

Headline

PM Australia Ragukan Indonesia Bebas Virus Corona

Headline

Ini Miliarder Dunia Yang Makin Tajir Saat Pandemi Covid-19 Melanda

Headline

Jokowi Reshuffle Kabinetnya, Internasional Sorot Mantan Menteri Yang Diciduk KPK

Headline

Mantan Presiden Prancis : Teroris Bukan Muslim

Headline

Mantan Pasukan Elit AS Ditangkap Saat Akan Culik Maduro