Home / Megapolitan / Top News

Rabu, 25 Januari 2017 - 16:49 WIB

Masalah Pungli, Plt Soni: Pemecatan PNS Beda Dengan Pabrik Bata

  Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono.

Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono.

JAKARTA,NasionalPos – Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono mengatakan untuk memecat PNS berbeda dengan pabrik bata. “Kalau kerja di pabrik bata, sekali berbuat salah bisa dipecat hari itu juga. Kalau pemecatan PNS harus melewati berbagai prosedur hukum,” ujarnya di Balaikota, Rabu (25/1/2017).

Hal itu diucapkan Soni menanggapi dugaan oknum pejabat petugas seksi Kebersihan Kelurahan Pondok Labu, Jaksel melakukan pungli terhadap empat pegawai harian lepas (PHL). Diduga masing-masing PHL memberikan uang pelicin Rp 500 ribu agar diterima masuk kerja pada awal Januari 2017, seperti dilansir Poskota.com.

Meski demikian Soni menegaskan jika terbukti bersalah, maka oknum tadi harus dijatuhi sanksi. “Saya perintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat untuk turun tangan mengusut kebenaran informasi tadi. Kalau memang bersalah harus ditindak tegas, tapi bukan asal main pecat saja. Karena untuk pemecatan ada prosedurnya tersendiri,” kata Soni.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Lanud Halim Panen Bawang Merah

Menurutnya, tiap PNS yang melakukan pelanggaran ada tiga tingkatan sanksi mulai dari teguran, penurunan pangkat atau pencopotan jabatan, dan yang terberat adalah pemecatan. “Tapi yang jelas dengan adanya kabar pungli tersebut, maka yang bersangkutan langsung dinon-aktif dari jabatan sambil menunggu proses pemeriksaan,” papar Soni.

Baca Juga  TNI AL Sosialisasikan PPMD, Dukung Kepemilikan Rumah Pribadi

Menurutnya sanksi penurunan golongan/pangkat disertai turunnya tunjangan kinerja daerah (TKD) sudah membuat malu bagi pelakunya.

Sedangkan terhadap keempat PHL yang memberi uang pelicin tadi, kata Soni, tak harus dipecat sekarang. “Mereka juga manusia, butuh bekerja. Biarkan mereka bekerja hingga tiga bulan ke depan, baru nanti dikenaka tindakan,” kata Soni.

Perlu diketahui perjanjian kontrak kerja para PHL mulai tahun ini dievaluasi tiap tiga bulan. “Mereka yang malas kerja, maka setelah habis kontrak langsung dipecat, diganti orang yang lebih rajin. Masih banyak warga ngantre pengen masuk PHL,” beber Soni.(sahat)

Share :

Baca Juga

Nurdin Abdullah

Headline

Dari Rumah Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

Headline

Diduga Menipu, Mendag Agus Dilaporkan ke Bareskrim Polri
mall

Megapolitan

Di Duga Tabung Gas Sumber Ledakan di Mall Taman Anggrek
Sri Bintang Pamungkas

Top News

Polisi Perpanjang Penahanan Sri Bintang
Demo Thailand

Headline

Ratusan Massa Prodem Thailand Unjuk Rasa Ditengah Pandemi Covid-19
monas

Megapolitan

Ketum GL PRO Usulkan Monas Buka 24 Jam,Pariwisata Pro Rakyat
bapak primus wawo edit

Headline

Janji Kampanye Anies Baswedan Belum Terealisasi Secara Optimal Jangan Jadi Beban Pj Gubernur DKI Jakarta
Lion Air

Ekonomi

Sebanyak 8 Ribu Lebih Karyawan Grup Lion Air Dirumahkan Akibat Penumpang Berkurang