Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Senin, 13 Januari 2020 - 23:58 WIB

Mayoritas Saham Asabri Kini Dibawah IPO

Nasionalpos.com, Jakarta – Sekitar dua pertiga saham milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) kini harganya di bawah harga saat penawaran umum perdana (IPO).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 13 Januari 2020, dari saham yang dimiliki Asabri di atas lima persen, sebanyak 8 dari 13 saham tersebut lebih rendah dari harga saat IPO.

Dari delapan saham tersebut, empat di antaranya termasuk dalam saham gocap alias saham yang mentok di harga terendah di bursa yaitu Rp50 per saham.

Empat saham gocap tersebut antara lain, Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) di mana harga IPO Rp225 per saham, Inti Agri Resources Tbk (IIKP) harga IPO Rp450 per saham, SMR Utama Tbk (SMRU) harga IPO Rp600 per saham, dan Hanson Internasional Tbk (MYRX) harga IPO bahkan mencapai Rp9.900 per saham.

Empat saham di bawah harga IPO lainnya itu Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dari harga IPO Rp500 per saham menjadi Rp326 per saham, PP Properti Tbk (PPRO) dari harga IPO Rp185 per saham jadi Rp66 per saham, Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dari harga IPO Rp300 per saham jadi Rp204 per saham, dan Island Concept Indonesia Tbk (ICON) dari harga IPO Rp118 per saham jadi Rp71 per saham.

Baca Juga  IAW Minta Jaksa Agung Jadi Teladan Bagi Anggota Kabinet Jokowi

Sementara itu, lima saham milik Asabri lainnya saat ini lebih tinggi dibandingkan harga saat IPO yaitu Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) dari harga IPO Rp150 per saham jadi Rp338 per saham dan Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) dari harga IPO Rp115 jadi Rp268 per saham.

Selanjutnya ada Indofarma Tbk (INAF) dari harga IPO Rp250 per saham jadi Rp740 per saham, Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dari harga IPO Rp325 per saham jadi Rp675 per saham, dan Pool Advista Finance Tbk (POOL) dari harga IPO Rp135 per saham jadi Rp197 per saham.

Baca Juga  Jokowi Targetkan 20 Ribu Uji Corona Perhari

Secara komposisi kepemilikan saham, berikut persentase saham yang dimiliki Asabri. Saham PCAR (25,14 persen), BBYB (20,13 persen), SDMU (18,06 persen), FIRE (15,57 persen), INAF (13,91 persen), NIKL (10,3 persen), POLA (7,65 persen), IIKP (5,44 persen), SMRU (6,61 persen), MYRX (5,4 persen), PPRO (5,33 persen), HRTA (5,26 persen), dan ICON (5,02 persen).

Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja dalam keterangan resminya, Senin, mengatakan, sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat beberapa penurunan nilai investasi Asabri yang sifatnya sementara.

Namun demikian, manajemen Asabri mengaku memiliki mitigasi untuk merecovery penurunan tersebut.

Kementerian BUMN sendiri menyebutkan memang benar terdapat kerugian portofolio di sisi saham Asabri tersebut namun belum diketahui secara pasti terkait angka kerugiannya sebab masih dikaji lebih dalam.

Kementerian BUMN sedang melakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui lebih lanjut terkait masalah Asabri tersebut. Demikian dilansir Antara. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

ITL Trisakti Gelar GROSTLOG 2019 dan Siap Memajukan Kedirgantaraan di Indonesia

Headline

Alkes Untuk Covid-19 Dari China Akan Tiba DI Jakarta

Megapolitan

BMT At-Taubah Palem Indah, Pondok Kelapa, Jaktim Tetap Eksis

Headline

Mantan Wabendum PDIP, Juliari Diganjar 12 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Poilitiknya

Headline

Kapolda Papua : Empat Orang Meninggal Dalam Aksi di Waena

Headline

Update Data Corona (10/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 127.083 Orang dan Meninggal 5.765 Orang

Politik

Fery Yuliantono Resmi jadi Cagub Jateng dari Partai Gerindra

Headline

Diulang Tahun Ke- 16, KKI Tandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI