Home / Nasional / Top News

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:11 WIB

Mengenang 100 Tahun Ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo

Jakarta,NasionalPos — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenang 100 tahun kepergian sang ayah, Profesor Soemitro Djojohadikusumo.

Dalam kenangan Prabowo, ayahnya selalu menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air, nasionalisme, dan patriotisme sejak ia masih kecil.

“Sumitro bagi kami adalah ayah, guru dan mentor. Yang paling berkesan dan masih relevan untuk bangsa kita saat ini adalah pesannya, kita boleh berbeda pandangan secara politik, tetapi untuk kepentingan nasional kita harus bersatu,” ujar Prabowo.

“Ayah saya selalu bicara tentang perjuangan Pangeran Diponogoro, Sultan Agung, Sudirman dan lain sebagainya. Sejak kecil yang saya dengar adalah kebanggaannya pada bangsanya, hormati dan pikirkan rakyat kecil,” kenang anak kedua Sumitro itu.

Kenangan masa kecil dengan sang ayah tersebut diungkapkan Prabowo saat acara ‘Mengenang 100 tahun Sumitro Djojohadikusumo’, Senin (29/5/2017), di Jakarta.

Baca Juga  Enam Tewas Sejak Aksi Demo Tolak Kudeta Militer Myanmar

Acara dibuka dengan silaturahim dan buka puasa bersama yang dihadiri oleh keluarga besar Djohohadikusumo, kerabat, sahabat keluarga, dan mantan murid Sumitro.

Sejarah mencatat sebuah nama Sumitro Djojohadikusumo sebagai Begawan Ekonomi Indonesia, arsitek ekonomi Indonesia modern, dan juga banyak berperan mendirikan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Di FE UI, Sumitro menjadi Guru Besar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3S) Dawam Rahardjo, menuturkan, Sumitro memberikan warisan penting bagi Indonesia berupa pemikiran tentang pengembangan ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Sepanjang karirnya di pemerintahan, Sumitro berkali-kali dipercaya menjadi menteri berbagai kabinet.

Menteri Perekonomian (1950-1951), Menteri Keuangan (1952-1953 dan 1955-1956), Menteri Perdagangan (1968-1973), Menteri Negara Riset (1973-1978).

Baca Juga  Dinkes Pemkot Solo Kritik Kemenkes Soal Praktik Rutin Selama Pandemi Virus Corona

Ketika Sumitro menjabat sebagai Menteri Perekonomian, Pemerintah Indonesia, meluncurkan Sistem Ekonomi Gerakan Benteng.

Program itu bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia).

“Sistem ini menumbuhkan pengusaha bangsa Indonesia. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional,” jelas Dawam.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo, putra bungsu Sumitro, mengatakan, banyak jejak pemikiran Sumitro yang menjadi warisan tidak saja bagi keluarga, tetapi juga bagi Indonesia.

“Perjuangan dan jejak para pendahulu di negeri ini harus diteruskan dari generasi ke generasi, menjadi sumber semangat dan teladan menuju masa depan yang lebih baik, bagi kita dan bagi bangsa Indonesia,” kata Hashim.  (Kompas.com)

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ini Alasan Mengapa Merger PGN dan Pertamina Gas Harus Ditolak

Nasional

Bamsoet Sudah Mapan Sebelum ke Pentas Politik

Megapolitan

Korban Pengeroyokan Ternyata Anggota Paspampres

Ekonomi

Bantuan Presiden Sudah Diterima Petani Kabupaten Malang

Headline

Vonis Penjara Pemred Banjarhits Merupakan Kecelakaan Fatal Demokrasi

Headline

Elemen Masyarakat Dirikan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di Depan Gedung KPK

Headline

AS Setuju Jual 8 Pesawat ke RI Senilai 28,8 T

Ekonomi

Pemerintah Didesak Tindak Garuda Indonesia dan Batik Air