Home / Ekonomi / Top News

Selasa, 16 Januari 2018 - 15:14 WIB

Meski Dikritik, Pemerintah Tetap Akan Impor Beras

Nasionalpos.com, Jakarta – Meski mendapat kritik, namun Pemerintah tampaknya akan tetap melaksanakan niatnya untuk melakukan impor beras. Presiden Joko Widodo beralasan kebijakan impor 500.000 ton beras dilaksanakan demi memperkuat cadangan beras nasional.

“Untuk memperkuat cadangan beras kita agar tidak terjadi gejolak harga di daerah-daerah,” jelas Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/2018).

Di tempat terpisah, anggota Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih menganggap langkah tersebut menjadi tidak relevan jika memaksakan barang yang diimpor adalah beras khusus.

Baca Juga  Ini Pasukan Elite Taliban Bernama Badri 313

Menurutnya, jika alasan pemerintah melakukan impor sebagai solusi untuk mengisi kekurangan pasokan dan menurunkan harga yang terjadi pada beras medium. Seharusnya, yang diimpor beras medium bukan beras khusus.

“Jika yang ingin distablikan beras medium, mengapa impor beras khusus. Pasar beras khusus apakah menganggu harga? Rasanya tidak relevan,” ujar Alamsyah di kantornya.

Karena itu, jika memang pemerintah ingin mendatangkan beras khusus, maka impor bisa dilakukan dengan skema rutin yang sudah ada sebelumnya. Sebab, selama ini Indonesia sudah memiliki skema rutin untuk impor beras khusus, seperti beras jenis basmati, japonica, dan jasmine yang memang tidak diproduksi di Indonesia.

Baca Juga  Puan: Sebagai Sokoguru Perekonomian, Koperasi Harus Adaptif Hadapi Kemajuan Zaman

Di sisi lain, Ombudsman juga mengkritisi penetapan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pihak yang akan melakukan importasi. Sebab, penunjukan PPI berpotensi melanggar peraturan presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 dan instruksi presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015. Dua instrumen hukum tersebut mengatur bahwa yang diberikan tugas impor dalam upaya menjaga stabilitas harga adalah Perum Bulog. ()

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Corona (5/12/2020) Jumlah Pasien Positif 569.707 Orang dan Meninggal 17.589 Orang

Headline

Update Data Corona (5/10/2021) Jumlah Pasien Positif 4.221.610 Orang dan Meninggal 142.338 Orang

Headline

Tuai Laporan Masyarakat, Kementerian PANRB akan Evaluasi Kantor Pertanahan di Seluruh Provinsi

Headline

Menteri Inggris Dilarang Hadiri Forum Ekonomi Dunia

Headline

Jokowi Sahkan Perkawinan Penghayat Kepercayaan

Top News

Usai Kedatangan Bus Migran, Walikota Washington Umumkan Keadaan Darurat

Headline

TPF Komnas HAM : Penembakan 9 Orang Dalam Aksi 21-23 Mei Diduga Dilakukan Profesional

Headline

Update Data Corona (27/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 162.884 Orang dan Meninggal 7.064 Orang