Home / Headline / Nasional / Politik

Kamis, 8 Agustus 2019 - 19:58 WIB

MS Kaban : Pendukung Makin Banyak Jika Kepulangan HRS Berlarut

Ketua Majelis Syuro DPP PBB MS Kaban (tengah) bersama dua Waketum DPP PBB, Prof Masyhudulhaq (kiri) dan Waketum Jamaluddin Karim.

Ketua Majelis Syuro DPP PBB MS Kaban (tengah) bersama dua Waketum DPP PBB, Prof Masyhudulhaq (kiri) dan Waketum Jamaluddin Karim.

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengingatkan Pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kepulangan Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab (HRS) ke Indonesia. Jika tidak, Kaban khawatir pendukung HRS semakin banyak.

“Semakin lama persoalan HRS berlarut maka pendukung dan simpatisan HRS bisa semakin banyak,” tandas Kaban dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Kaban menilai persoalan kepulangan HRS ke Tanah Air sebenarnya tidak terkait persoalan hukum, melainkan persoalan politik.

“Soal HRS ini bukan kaitan dengan hukum tapi soal politik, like and dislike aja. Padahal kasus-kasus HRS kan sudah SP3 semua tapi sekarang masih terus diframming,” jelas Ketu Presidium Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia (MPPI) ini,

Baca Juga  Dalam Sehari, Pasien Positif Corona Di Rusia Bertambah Nyaris 10 Ribu

Kaban melanjutkan, jika memang Presiden Jokowi memiliki niat baik untuk melindungi HRS sebagai warga negara Indonesia, maka persoalan isu overstay sudah tidak menjadi persoalan lagi.

“Kalau pemerintah ingin lindungi warga negaranya, Presiden cukup perintahkan kepada BIN, kepada Dubes maka bisa selesai kok. Masalahnya apakah pemerintah punya political will terkait persoalan HRS ini,” bebernya.

Menurutnya, perbedaan pemikiran dengan pemerintahan Jokowi, seharusnya tidak menjadi alasan pencekalan dan permusuhan. Justru, perbedaan itu harus dihormati dan tetap dirawat.

“Perbedaan-perbedaan harus dihormati karena perbedaan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu kalau semua sepakat bahwa ini negara demokrasi,” terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau FPI, Munarman, menanggapi kabar terkait masalah kepulangan HRS ke Indonesia. Menurutnya,  ada kekeliruan informasi tersebut. Isu yang dikembangkan missleading terhadap persoalan yang sesungguhnya.

Baca Juga  Jadi Tersangka KPK, Kader PDIP Ini Bertugas Mencari Komisi

Munarman menjelaskan, HRS tidak bisa pulang karena otoritas Saudi Arabia mencegah kepulangannya berdasarkan permintaan dari mereka yang berkuasa di Tanah Air.

“Jadi, berita sebenarnya adalah Habib Rizieq bukan tidak mau pulang, tapi tidak bisa meninggalkan wilayah Kerajaan Saudi Arabia karena dicegah otoritas Saudi atas permintaan otoritas Indonesia,” kata Munarman.

Namun,  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menyatakan tidak ada upaya pencekalan dari pemerintah terkait kepulangan HRS dari ke Indonesia.

Menurutnya, HRS tidak bisa pulang lantaran terkait kasus hukum izin tinggal di Arab Saudi yang melebihi batas atau overstay. “Kalau ada berita-berita yang bersangkutan ditangkal untuk masuk ke Indonesia, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada,” ujar Wiranto. ( )

Share :

Baca Juga

Headline

Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan Tak Patuh PSBB

Headline

Demokrat Anggap Jokowi Tak Konsisten Ubah Statuta UI

Headline

Update Data Corona (28/11/2021) Jumlah Pasien Positif 4.255.936 Orang dan Meninggal 143.808 Orang

Politik

OSO Tak Masalah Wiranto Kembali Pimpin Hanura

Headline

Dipecat dari Demokrat, Jhoni Allen Bakal di PAW Sebagai Anggota DPR

Nasional

Presiden Jokowi Terima Sembilan Pansel Calon Pimpinan KPK di Istana

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (1/9/2020)

Headline

PM Afghanistan, Mullah Bertemu Wakil PM Qatar Bahas Ancaman Teroris