Home / Headline / Nasional / Top News

Senin, 21 Desember 2020 - 21:37 WIB

Muhammadiyah Nyatakan Waktu Subuh Diundur 8 Menit

NasionalPos.com, Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan waktu Subuh saat ini diundur sekitar 8 menit. Hal tersebut berdasarkan temuan lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohamad Mas’udi menjelaskan soal waktu Subuh tersebut.

“Berdasarkan Alquran dan al-Hadis menunjukkan bahwa waktu Subuh ditentukan oleh fenomena alam,” kata Mohamad Mas’udi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Baca Juga  Terpilih Secara Aklamasi, Fathur Pimpin IPMK Jakarta Periode 2021-2022

Menurutnya, terkait masalah waktu Subuh ini juga merupakan lanjutan dari temuan Islamic Science Research Network (ISRN) Uhamka, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron UAD), dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU).

“Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketinggian Matahari pada waktu Subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat,” jelasnya.

Baca Juga  Pembunuhan Laskar FPI, Terdakwa Mengaku Tak Tahu Siapa Tarik Pelatuk

Lebih lanjut Mas’udi mengatakan dengan adanya koreksi dua derajat itu, maka waktu Subuh saat ini diundur sekitar 8 menit. Umpamanya saat ini Subuh di Indonesia bagian barat pukul 03.50 WIB, maka awal waktu Subuhnya mundur menjadi 03.58 menit. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Kanada Nilai Masker China Tak Penuhi Standar Covid-19

Headline

China Perluas Pengujian Nuklir

Headline

Update Data Corona (10/2/2021) Jumlah Pasien Positif 1.183.555 Orang dan Meninggal 32.167 Orang

Nasional

19 April libur,Pilkada DKI Putaran II

Headline

Polisi Akan Gelar Perkara Kerumunan Massa di Pernikahan Putri HRS

Nasional

Pasca Pilkada, Pengembang Reklamasi Teluk Jakarta Galau

Top News

Hasil Sidang Isbat: 1 Syawal 1437 H Jatuh Pada 6 Juli 2016

Headline

Ditantang Imam, KPK Telusuri Pihak Lain Terkait Kasus Dana Hibah KONI