Home / Headline / Internasional / Top News

Jumat, 17 September 2021 - 20:12 WIB

Muslim AS Boikot Hilton Pasca Rencana Bangun Hotel di Masjid Uighur

NasionalPos.com, Jakarta – Sejumlah organisasi Muslim di Amerika Serikat menyerukan boikot terhadap Hilton karena berencana membangun hotel di lokasi masjid Uighur di Xinjiang yang dihancurkan pemerintah China.

“Hari ini, kami mengumumkan kampanye boikot global terhadap Hilton,” ujar direktur eksekutif organisasi Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Nihad Awad, dikutip Al-Jazeera, Kamis (16/9).

Awad mengatakan bahwa CAIR juga sudah bernegosiasi secara tak langsung dengan grup hotel untuk membatalkan rencana pembangunan hotel itu. Namun, pembicaraan itu tak berhasil.

“Anda dan saya punya opsi untuk memilih ke mana harus pergi dalam perjalanan Anda, atau melakukan pertemuan bisnis, atau mengadakan acara, pernikahan ataupun perjamuan,” kata Awad.

Dalam pernyataan di situs resminya, CAIR menyebut rencana pembangunan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berkontribusi terhadap penghancuran iman dan budaya etnis Uighur.

Baca Juga  Presiden Perintahkan Menkes Atur Penempatan Pasien Corona

“CAIR meyakini Hilton harus berada di pihak yang benar dengan mengumumkan akan membatalkan proyek ini dan menghentikan operasi apapun di wilayah Uighur, China, sampai pemerintahnya mengakhiri penganiayaan terhadap jutaan orang tak bersalah,” tulis CAIR.

Seruan boikot ini muncul setelah beredar kabar bahwa Hilton berencana membangun hotel di atas lahan tempat masjid Uighur pernah berdiri di Xinjiang. Pemerintah China menghancurkan masjid itu menggunakan buldoser pada 2018 lalu.

Cerita 22 Uighur Eks Napi AS yang Dituduh China Ekstremisme

Salah satu juru bicara Hilton mengatakan bahwa mereka tak terlibat dalam pemilihan lokasi hotel tersebut.

Menurutnya, model waralaba perusahaannya membuat mereka keterlibatan mereka dalam pengembangan dan pengelolaan properti terbatas.

Baca Juga  Rijal Kobar : Bebaskan Tapol Di Indonesia, Baru Menlu Desak Myanmar

“Namun, kami dapat mengonfirmasi bahwa pada tahun 2019, sebuah grup independen China membeli tanah kosong lewat lelang publik, dengan rencana pembangunan komersial termasuk hotel,” katanya.

Juru bicara itu kemudian berkata, “Hilton tak terlibat dalam pemilihan lokasi.”

China terus menjadi sorotan karena dianggap merenggut hak-hak minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Pada 2017 hingga 2020, sekitar 16 ribu masjid di 900 lokasi Xinjiang dihancurkan.

Pejabat China menyatakan, awal 2021 ini tak ada situs keagamaan di Xinjiang yang dihancurkan atau menjadi target pembatasan secara paksa.

Selama ramadan April lalu, Reuters meninjau sebagian masjid di sana. Beberapa dihancurkan sebagian, sisanya sudah rata dengan tanah. (CNN Indonesia)

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Tahun Ini BI Fokus Kebijakan Makrodensial Akomodatif

Headline

Karyawan Bukan Beban Perusahaan

Internasional

Gembong Narkoba Asal Meksiko El Chapo Divonis Penjara Seumur Hidup

Headline

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1441 H Jatuh Pada Jumat, 24 April 2020

Headline

Warga Minang Salat Ghaib di Seberang Istana

Headline

Dansatgas Pamrahwan Yonif 751 : Tokoh Agama Kunci Stabilitas Keamanan Di Papua

Top News

Ketua PN dan Hakim di Timika, Papua Diadukan ke KPK

Top News

Sri Mulyani: Penerimaan Pajak 2021 Lampaui Target