Home / Headline / Internasional / Top News

Senin, 23 Maret 2020 - 22:39 WIB

New Delhi Lockdown

Nasionalpos.com, Jakarta – Pemerintah India mengumumkan untuk lockdown sejumlah kota termasuk New Delhi, Mumbai, dan sejumlah daerah lain mulai hingga 31 Maret mendatang. Lockdown (pembatasan wilayah) dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Total ada 75 daerah termasuk kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, Bangalore, Chennai, Pune, Kolkata, Pune, dan Hyderabad yang terkena imbas keputusan ini.

Biro Informasi Pers India seperti mengutip CNN, mengatakan sektor bisnis diminta untuk bekerja dari rumah hingga akhir Maret. Semua toko, perusahaan komersial, pabrik, bengkel, pasar, rumah ibadah, hingga transportasi umum yang menghubungkan antar daerah juga akan berhenti beroperasi.

Baca Juga  Polri Kembali Buka Layanan Samsat

Sejumlah layanan yang tetap diperbolehkan beroperasi yakni toko kelontong, rumah sakit, apotek, pom bensin, layanan telekomunikasi, kantor pos, restoran yang menyediakan layanan pengiriman makanan.

Pemerintah mengatakan saat ini mengharuskan warganya untuk mematuhi aturan tersebut dan akan memberikan hukuman bagi warga yang ketahuan berkumpul di luar ruangan.

Beberapa negara bagian mulai sepenuhnya memberlakukan aturan lockdown. Aturan ini akan berimbas terhadap lebih dari 750 juta warganya.

Di New Delhi, lebih dari 16 juta warga telah diminta untuk tetap berada di rumah dan menghentikan seluruh aktivitas. Layanan transportasi umum, toko-toko, pabrik, kuil, dan kantor telah dilarang beroperasi.

Baca Juga  Menuju Ternate Bangkit

Menteri utama mengumumkan di negara bagian utara Punjab, sejumlah layanan penting akan tetap beroperasi di tengah lockdown. Punjab hingga saat ini mengonfirmasi lebih dari 20 kasus virus corona dan satu kematian.

Dr Balram Bhargava, direktur jenderal Dewan Riset Medis India, mengatakan jika pemerintah India saat ini telah melakukan sekitar 5.000 tes Covid-19 dalam sepekan terakhir dan total 15 ribu tes.

Pemerintah juga telah mengoperasikan 111 laboratorium yang berkapasitas 60 ribu hingga 70 ribu pengujian per minggu. Selain itu, pemerintah juga menggandeng 60 laboratorium swasta untuk meningkatkan kapasitas pengetesan.

Hingga saat ini, India melaporkan 415 kasus virus corona dan tujuh kematian dan 24 pasien dinyatakan sembuh.Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Dewan Perwakilan AS Ajukan Dua Pasal Pemakzulan Untuk Trump

Headline

Jokowi Janji Penuhi Tanggung Jawab dan Dukung Kebebasan Pers

Top News

Perkara Gugatan HTI Belum Final, Pemerintah Bisa Kalah

Headline

Pejabat Bidang Pers Gedung Putih Mundur Diduga Ancam Jurnalis

Internasional

Badai Hantam Selandia Baru

Headline

Nelayan Temukan Drone Bawah Laut Diduga Milik China di Perairan Selayar, Sulsel

Headline

ICW Tegaskan Juliari Mestinya Dihukum Seumur Hidup

Internasional

Polisi AS Pastikan Aman Beribadah Saat Ramadan