Home / Headline / Hukum / Top News

Minggu, 28 Februari 2021 - 01:05 WIB

Nurdin Abdullah dan Dua Lainnya Tersangka Suap Proyek Pemprov Sul-Sel

Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah

 

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Nurdin Abullah (NA) ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Edy Rahmat (ER) Sekretaris Dinas PUTR provinsi Sulawesi Selatan (orang kepercayaan Nurdin Abdullah) dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) (kontraktor).

Dalam oeprasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring Nurdin Abdullah tersebut, KPK sempat mengamankan 6 orang. Namun, berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang cukup, maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak 3 orang tersebut.

“Sebagai penerima saudara NA (Nurdin Abdullah) dan saudara ER. Sedangkan sebagai pemberi adalah saudara AS (kontraktor),” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers, Minggu dinihari (28/2/2021).

Dalam jumpa per situ, Firli menuturkan kronologi penangkapan Nudrin Abdullah dan lainnya, pada Jumat (26/2/2021), KPK mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan oleh AS kepada NA melalui saudara ER.

Baca Juga  Update Data Corona (22/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.198.678 Orang dan Meninggal 140.954 Orang

AS menyerahkan proposal terkait beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sinjai Sulsel tahun anggaran 2021 kepada ER.

Pada pukul sekitar 23.00 WITA, AS diamankan saat dalam perjalanan menuju Bulukumba. Sekitar pukul 00.00 WITA, ER diamankan beserta uang dalam koper sejumlah sekitar Rp 2 miliar yang disita dari rumah dinasnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WITA, Sabtu (27/2/2021), Nurdin Abdullah juga turut diamankan oleh KPK dari rumah dinasnya.

“AS yang telah lama kenal dengan Nurdin Abdullah berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun 2021,” jelas Firli.

Firli menjelaskan, AS sebelumnya telah mengerjakan beberapa proyek di Sulawesi Selatan diantaranya, peningkatan jalan ruas Palampang-Munte-Botolempangan di Kabupaten Sinjai tahun 2019; pembangunan jalan ruas Palampang-Munte-Botolempangan di Kabupaten Sinjai tahun 2020; pembangunan jalan pedestrian dan penerangan jalan kawasan Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Sejak Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek.

Baca Juga  Rina Tak layak Jadi Caleg Partai Gerindra dari Dapil Jakarta 10

Atas perbuatannya, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan pasal 12 a dan pasal 12 b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi, Agung Sucipto disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b, atau atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP.

Saat ini, para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak 27 februari 2021 sampai 18 Maret 2021. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ini 9 Langkah Jokowi Atasi Perlambatan Ekonomi

Headline

MS Kaban : Pendukung Makin Banyak Jika Kepulangan HRS Berlarut

Top News

5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

Top News

KPK Punya Bukti, Segera Tetapkan Ipar Jokowi Tersangka Makelar Suap Pajak 78M !!!

Headline

Din Syamsuddin Paparkan Tiga Syarat Pemakzulan Pemimpin

Headline

Pengungsi Rohingya Mengutuk Kudeta Militer Terhadap Aung San Suu Kyi

Headline

Kekayaan Para Pejabat Baru KPK Mencapai Miliaran Rupiah

Headline

Terungkap Peran Mantan Dirut BEJ Dalam Skandal Jiwasraya