Oposisi adalah Jalan Terbaik Wujudkan Kedaulatan Rakyat dalam Penerapan Demokrasi

- Editor

Senin, 29 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Tangerang Selatan-   Pengamat Sosial Agus Yohanes mengatakan kekuatan oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih tetap dibutuhkan secara signifikan agar ada kontrol serta pengawasan terhadap pemerintah. Jika tidak ada oposisi, menurutnya kebijakan yang dimunculkan cenderung merugikan rakyat seperti di era Orde Baru.

“ Kalau semuanya masuk ke kabinet pemerintah Prabowo-Gibran, Parlemen betul-betul tidak memainkan peran, jika itu terjadi maka demokrasi mati suri dan bahkan hanya menjadi etalase politik alias basa-basi saja, itu bakal kembali seperti di masa orde baru, parlemen tunduk kepada penguasa.”ungkap Agus Yohanes kepada wartawan, Senen, 29/4/2024 di Tangerang Selatan.

Menurut Agus, saat ini nampak adanya kecenderungan rezim ini dan juga Presiden terpilih Prabowo Subianto seolah-olah berusaha mengkonsolidasikan partai politik yang berada di parlemen untuk kepentingan demokratisasi, bahkan apa yang dilakukan oleh Prabowo tersebut di dukung oleh pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang mengatakan bahwa demokrasi dapat berjalan tanpa oposisi, sehingga hal itu diterapkan ke semua mekanisme seolah-olah demokratis yang dilaksanakan penguasa, padahal bukan untuk kepentingan kedaulatan rakyat, melainkan untuk kepentingan oligarki kekuasaan.

“Manivestasi Kedaulatan Rakyat yang direpresentasikan pada Lembaga legislative itu tidak boleh tunduk terhadap penguasa, melainkan harus berada pada posisi yang seimbang dengan Lembaga Eksekutif, bahkan Legislatif punya hak untuk mengawasi Eksekutif, nah kalau semua partai politik berada di dalam lingkaran pemerintah, maka yang terjadi rakyat tidak berdaulat, dan itu tidak demokratis.”tukas Agus Yohanes yang juga mantan anggota LSM Kontras.

Oleh karena itu, lanjut Agus, untuk mencegah terjadi demokrasi basa-basi, demokrasi akal-akalan yang dibuat oleh kekuasaan oligarkis, maka diperlukan kekuatan oposisi yang kuat dan solid, meskipun ada sejumlah anggapan bahwa para anggota DPR akan tetap memainkan fungsi pengawasan walaupun partai-nya berkoalisi dengan pemerintahan.

Baca Juga :   FSAB : Hari Raya Idul Fitri 1444 H Momentum Menjaga Persatuan dan Kesatuan seluruh Anak Bangsa

Namun, pengawasan itu tidak akan setajam jika partai dari anggota DPR tersebut menjadi oposisi, demokrasi akan tetap bertahan jika tokoh-tokoh politik dan petinggi partai berkomitmen untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem bernegara di Indonesia, dan tidak ada selintas pemikiran pun untuk kembali ke otoritarianisme seperti di masa silam.

“Saya berharap ada komitmen dari parpol dan elite politik untuk menjadikan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan terbaik untuk Indonesia, melalui penerapan demokrasi yang sesungguhnya memerlukan kekuatan oposisi, karena sesungguhnya Oposisi adalah Jalan Terbaik mewujudkan kedaulatan rakyat dalam penerapan demokrasi, tanpa oposisi tidak ada kedaulatan rakyat, tanpa oposisi tidak ada demokrasi, ”pungkas Agus Yohanes yang juga aktivis Pro Demokrasi.

Loading

Berita Terkait

Cegah Bocornya Anggaran Pilkada DKI Jakarta 2024, Usai Pilkada Harus Ada Audit Internal & Ekternal
Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari
Heru Berpesan ke Pejabat yang Dilantik Untuk Tingkatkan Pelayanan
Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2024 di Lima wilayah
ITDC Sebut Pengelolaan Sirkuit Mandalika Setara Hotel Bintang Lima
SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta
HNSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Untuk Kesejahteraan Nelayan
Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:13 WIB

Cegah Bocornya Anggaran Pilkada DKI Jakarta 2024, Usai Pilkada Harus Ada Audit Internal & Ekternal

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:27 WIB

Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:55 WIB

Heru Berpesan ke Pejabat yang Dilantik Untuk Tingkatkan Pelayanan

Senin, 20 Mei 2024 - 22:54 WIB

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2024 di Lima wilayah

Senin, 20 Mei 2024 - 22:35 WIB

SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta

Senin, 20 Mei 2024 - 22:28 WIB

HNSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Untuk Kesejahteraan Nelayan

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:56 WIB

Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:49 WIB

Saka Tatal Akui Korban Salah Tangkap Kasus Vina

Berita Terbaru