Home / Internasional

Rabu, 16 Maret 2022 - 22:20 WIB

Palestina Belum Tentukan Sikap Atas Invasi Rusia ke Ukraina

Menlu Palestina, Riyad Al Maliki

Menlu Palestina, Riyad Al Maliki

NasionalPos.com, Jakarta – Pemerintah Palestina mengaku berat untuk menentukan sikap terkait invasi Rusia di Ukraina yang masih terus berkobar setelah tiga pekan.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengungkap kesulitan ini dalam wawancara dengan kantor berita setempat, sebagaimana dilansir Anadolu.

“Kami berada di bawah tekanan untuk mengambil sikap terkait apa yang terjadi di Ukraina. Tentu saja, tekanan terus berlanjut terhadap kami dari segala arah, serta semua negara lain untuk mengambil posisi dalam krisis Ukraina,” kata Maliki.

Ia kemudian menjelaskan, saat ini Palestina tak mau terlibat dengan konflik dengan salah satu negara Eropa.

Baca Juga  Inggris Ungkap Dua Kasus Virus Corona

“Kami adalah negara di bawah pendudukan. Kami tak bisa menanggung beban mengambil posisi yang menguntungkan satu pihak dengan mengorbankan pihak lain, dan akibat dari posisi itu terhadap kami.”

Perang Rusia di Ukraina memicu kemarahan komunitas internasional. Uni Eropa dan sejumlah negara Barat lain, seperti Inggris dan Amerika Serikat, ramai-ramai menjatuhkan sanksi ekonomi ke Moskow.

Namun, sikap dari negara-negara Teluk dan Timur Tengah, terutama Arab Saudi, sangat minim. Saudi menyatakan, mereka ingin menjaga stabilitas pasar minyak.

Sementara itu, Rusia masih terus menggempur Ukraina. Memasuki pekan ketiga invasi, mereka bahkan tak segan menggempur area sipil, seperti rumah sakit bersalin dan apartemen.

Baca Juga  Danpuslatmar Kodiklat TNI AL Pimpin Sertijab Tiga Dansatlat

Delegasi Rusia dan Ukraina sudah melakukan serangkaian perundingan. Namun, belum ada hasil yang signifikan.

Rusia disebut baru bersedia mengakhiri invasi jika ada kepastian Ukraina tak bergabung dengan Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Ukraina menjadi negara netral, dan Crimea diakui sebagai bagian wilayah Moskow.

Pertempuran yang terus terjadi menyebabkan banyak korban berjatuhan. Menurut PBB, korban tewas sejak invasi mencapai 636 orang, sementara menurut pemerintah Ukraina, korban meninggal mencapai 2.000 jiwa. (CNN Indonesia.com)

Share :

Baca Juga

Paus Fransiskus

Headline

Usai Aksi Solidaritas Floyd, Uskup di Texas Ditelepon Paus Fransiskus
panik lockdown

Headline

Singapura dan Malaysia Lockdown, Pasokan Makanan Diamankan
Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce

Headline

Gara-Gara Tak Pakai Masker, Wakil PM Australia Didenda Rp2,1 Juta
Jamal Khasoggi

Headline

Biden Akan Hukum Semua Pihak Terlibat Pembunuhan Jurnalis Khasoggi
Donald Trump

Headline

Dicecar Wartawan, Trump ‘Ngambek” Jumpers Bubar
fde23477 ebea 4bf6 869e 9741f9f98a56 169

Headline

ASEAN Harus Menggelar Untuk Galang Dukungan Anggota tak Terlibat Sengketa LCS
Donald Trump 004baru4

Headline

Terungkap Percakapan Telepon Trump Desak Pejabat Georgia Agar Dimenangkan di Pilpres
Politikus Belanda Geerts Wilders

Headline

Turki Usut Politikus Belanda Penghina Presiden Erdogan