Home / Top News

Kamis, 9 Februari 2017 - 13:35 WIB

Panwas Bekuk 6 Penyebar Brosur Kampanye Hitam Terhadap Agus – Sylvi

JAKARTA, NasionalPos – Enam orang yang diduga melakukan kampanye hitam dibekuk Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwasda) di Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada Rabu (8/2/2017) malam.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan brosur bermuatan kampanye hitam yang dibagikan kepada warga.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawada) DKI Jakarta Muhammad Jufri mengungkapkan dua orang pelaku diamankan Panwas di kawasan Pisangan Timur dan empat orang lainnya ditangkap di daerah Kelapa Gading.

“Saat ditangkap, pengawas menyita barang bukti. Pelaku masih ada di kantor gakkumdu (penegakan hukum terpadu) yang terdiri diantaranya jaksa dan polisi di masing-masing wilayah untuk dimintai keterangan oleh petugas,” tutur Jufri kepada wartawan, Kamis (9/2/2017).

Baca Juga  Update Corona (24/5/2020) Jumlah Pasien Positif 22.271 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.372 Orang

Adapun barang bukti yang diamankan petugas adalah ratusan brosur yang memuat narasi kampanye hitam  calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu dan tiga, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Selain itu, petugas juga menyita telepon genggam, uang, serta kartu identitas pelaku.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, dijelaskan mengenai larangan kampanye hitam. Pasal 69 (b) beleid UU Pilkada menyebutkan, dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati dan wakil bupati, calon wali kota dan wakil wali kota, dan/atau partai politik.

Baca Juga  Utang Pemerintah Capai Rp3.500 Triliun Lebih

Larangan ini juga dimuat pada Pasal 69 (c) yang mengatur larangan melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba partai politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat.

Sanksi pun jelas diatur pada Pasal 187 ayat 2 berupa pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta. (rid)

Share :

Baca Juga

Headline

Komisioner KPK, Lili Pinatuli Siregar Dilaporkan ke Polisi

Headline

Pasukan Garuda Sukses Bebaskan Sandera WN AS di Kongo

Headline

ASEAN Harus Menggelar Untuk Galang Dukungan Anggota tak Terlibat Sengketa LCS

Headline

Pemerintah Jadikan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi Lokasi Karantina Covid-19

Top News

Update Data Corona (26/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.208.013 Orang dan Meninggal 141.467 Orang

Headline

Said Aqil Terpapar Covid-19

Megapolitan

JPM Desak Anies Pecat Santo Pejabat Pemberi Suap Kasus Korupsi PHB Jakbar

Headline

Aksi Massa Pelajar Depan Gedung DPRD Sumut Kembali Rusuh