Home / Nasional / Politik / Top News

Senin, 30 Januari 2017 - 17:32 WIB

Patrialis Ditangkap, Jokowi Bentuk Pansel Hakim MK

Jokowi

Jokowi

JAKARTA, NasionalPos – Setelah Patrialis Akbar ditetapkan tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo segera membentuk panitia seleksi (pansel) untuk merekrut calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggantikan posisi Patrialis.

“Kita akan lakukan rekrutmennya dengan pola terbuka dengan pansel,” kata Presiden Jokowi setelah meluncurkan program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) IKM perajin logam di Dusun Tumang Cepogo, Boyolali, Senin (30/1/2017) seperti dilansir dari Antaranews.com.

Ia mengatakan, hal itu akan dilakukannya begitu Presiden mendapatkan laporan secara penuh dan ada permintaan kepada Presiden untuk itu.

Baca Juga  Anies bertemu Ulama dan Petinggi Demokrat

“Nanti kalau sudah mendapatkan laporan secara penuh kemudian ada juga permintaan ke kita dan akan segera kita tindaklanjuti,” katanya.

Presiden Jokowi akan memilih perekrutan dengan pola terbuka melalui pansel sehingga masyarakat bisa secara langsung memberikan masukan-masukan.

“Saya kira cara-cara itu yang akan kita lakukan dan akan kita dapatkan yang mempunyai kualitas, integritas, dan kemampuan untuk duduk di MK,” katanya.

Posisi Patrialis Akbar sebagai hakim di MK harus segera digantikan apabila secara otomatis ia diberhentikan karena terbukti melakukan pelanggaran berat.

Patrialis Akbar terjaring OTT dalam dugaan suap yang terkait dengan Judicial Review Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Juga  Jokowi Minta Investor Diberi Keringanan Pajak

Penangkapan itu dilakukan oleh tim KPK dengan mengamankan 11 orang dalam operasi penangkapan yang dilakukan pada Rabu (25/1) sekitar pukul 10.00 sampai 21.30 WIB di tiga lokasi yang berbeda-beda di Jakarta.

Sebanyak 11 orang itu di antaranya Patrialis Akbar (PAK) Hakim MK, Basuki Hariman (BHR) pihak swasta yang memberikan suap bersama-sama dengan NG Fenny (NGF) yang merupakan karyawan BHR, Kamaludin (KM) dari swasta yang menjadi perantara BHR dari swasta kepada PAK, dan tujuh orang lainnya. (rid)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (28/8/2020)

Headline

MA Baru Publikasi Gugatan Rachmawati Soal Pilpres Karena Ikut Protokol Kesehatan

Nasional

Korps 212 Instruksikan Anggotanya Untuk Ikut Aksi Bela Palestina

Headline

KPK “Diserbu” Massa Yang Mendesak Gibran Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Headline

Hasto : Hubungan Bu Mega dan Bang Surya Baik-baik Saja

Headline

Update Data Corona (15/3/2021) Jumlah Pasien Positif 1.425.044 Orang dan Meninggal 38.573 Orang

Headline

Ratusan Organisasi dan Ribuan Orang Tolak Revisi UU Otsus Papua

Headline

Resmi Berlaku PP Tentang Sipil Komponen Cadangan TNI