Home / Internasional

Kamis, 20 Juni 2019 - 18:12 WIB

PBB Minta Pangeran Salman Diperiksa Terkait Pembunuhan Khashoggi

Nasionalpos.com, Jakarta – Laporan investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan ada dugaan kuat Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), bersama sejumlah pejabat lainnya terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. PBB menyarankan supaya Pangeran Salman segera diperiksa karena mereka menyatakan memiliki bukti.

Khashoggi, wartawan pengkritik MbS, tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Setelah melakukan investigasi selama enam bulan, pelapor khusus PBB, Agnes Callamard, menyimpulkan Arab Saudi “melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya” terhadap Khashoggi. Hal itu diutarakannya dalam laporan setebal 100 halaman.

“Ada bukti yang cukup kredibel mengenai tanggung jawab Putra Mahkota (MbS) yang mengharuskan penyelidikan lebih lanjut,” papar Callamard kepada wartawan di Jenewa seperti dikutip Reuters, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga  Presiden Macron Dilempar Telur Oleh Seorang Pria

Callamard menuturkan investigasi lebih lanjut diperlukan demi mengetahui sejauh mana MbS mengetahui pembunuhan Khashoggi.

“Apakah dia (MbS) secara langsung atau tidak langsung menghasut pembunuhan itu, apakah dia seharusnya bisa mencegah eksekusi ketika misi (pembunuhan) berlangsung) dan gagal menggagalkannya,” papar Callamard.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.

Callamard menuturkan proses pengadilan di Saudi harus ditangguhkan dengan alasan khawatir atas potensi penyalahgunaan proses peradilan dan kerahasiaan.

Baca Juga  Umat Muslim di Islandia Berpuasa selama 22 Jam

Sebagai gantinya, dia mendesak penyelidikan internasional dibentuk di bawah kewenangan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Namun, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menuturkan Sekjen PBB tidak memiliki kewenangan untuk membuka penyelidikan internasional tanpa mandat dari badan pemerintah.

Callamard juga mendesak Amerika Serikat untuk membuka penyelidikan melalui Biro Investigasi Federal (FBI) dan memproses kasus Khashoggi di Negeri Paman Sam.

Callamard memaparkan AS harus memperluas sanksi terhadap Saudi, termasuk terhadap MbS dan aset-asetnya di luar negeri jika penerus takhta kerajaan Saudi itu gagal membuktikan dia tak terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com.  (*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Dalam Sehari 20 Ribu Terpapar dan Seribu Lebih Meninggal Akibat Virus Corona di Brasil

Internasional

Pasukan Garuda dan FCR Prancis Gelar Latihan Bersama di Lebanon

Headline

Para Jemaah Haji Mulai Tawaf

Headline

Kapal Perang AS Diusir China di LCS

Headline

Presiden Prancis Sebut PM Australia Pembohong

Headline

Pemerintah Imbau Jamaah Tunda Rencana Umrah

Internasional

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Tiongkok Jelaskan Nasib Masyarakat Urghur

Headline

PM Malaysia Digugat Mahathir