Home / Headline / Nasional / Politik / Top News

Rabu, 27 November 2019 - 19:40 WIB

PBNU Dukung Pilpres Melalui MPR

Nasionalpos.com,
Jakarta
– Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) mendukung Majelis
Pemusyawaratan Rakyat (MPR) kembali menjadi lembaga tertinggi negara. PBNU juga
mendukung pemilihan presiden (pilpres) dipilih anggota MPR.

“Hasil pertemuan tadi, PBNU menyayangkan MPR mereduksi
dirinya menjadi lembaga negara. Karena itu PBNU mendorong (MPR) sebagai lembaga
tertinggi negara,” jelas Ketua MPR Bambang Soesatyo usai bertemu Ketua
Umum PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Mendengar penjelasan Bamsoet itu, Said Aqil yang berdiri di
sebelah Bamsoet membenarkannya. “Iya, ya,” ujar Said Aqil.

Diketahui, MPR pada masa Orde Baru merupakan lembaga
tertinggi negara yang terdiri dari seluruh anggota DPR, Utusan Daerah, dan
Utusan Golongan. Ketika itu, lembaga ini berwenang memberi mandat alias memilih
Presiden-Wakil Presiden.

Baca Juga  BNNK Tanjungbalai Gelar Penyuluhan Anti Narkoba dikalangan pelajar

Bamsoet menyatakan, sikap PBNU itu agar tata negara
Indonesia lebih rapi ke depannya. Sebab, saat ini tak ada lembaga tertinggi
negara seperti MPR.

“Tujuannya agar tata negara kita lebih rapi, karena
sekarang enggak ada yang tertinggi sehingga terjadi kerancuan,” imbuhnya.

Ditambahkan Said Aqil bahwa pihaknya mendukung ide pemilihan
presiden oleh MPR berawal dari gagasan para kiai senior NU dalam Munas Alim
Ulama Cirebon tahun 2012.

Menurutnya, para kiai senior NU menilai pemilihan presiden
secara langsung hanya memicu ongkos politik dan ongkos sosial yang tinggi.

“Kemarin baru saja betapa keadaan kita mendidih, panas,
sangat menkhawatirkan. Ya untung enggak ada apa-apa. Tapi apakah lima tahun
harus kaya gitu? Itu suara-suara para kiai pesatren yang semua demi bangsa demi
persatuan. Enggak ada kepentingan politik praktis,” jelasnya.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Rabu (20/5/2020)

Selain soal lembaga tinggi negara dan pilpres yang dipilih
melalui MPR. Bamsoet mengungkapkan dalam pertemuannya dengan PBNU juga mencuat
usulan untuk menghidupkan kembali utusan golongan di MPR.

Bamsoet mengatakan utusan golongan itu perlu dihidupkan
kembali untuk mengakomodasi aspirasi dari kelompok minoritas yang ada di
Indonesia.

“Karena keterwakilan yang ada di parlemen baik DPD, DPR
belum yang mewakili aspirasi kelompok minoritas sehingga perlu dipikirkan
kembali adanya keputusan golongan,” pungkas Bamsoet. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Program PKT Solusi Sempitnya Peluang Usaha bagi Masyarakat

Headline

Ditahan Polisi Semalam, dr. Lois Akhirnya Dilepas

Headline

Azis Dukung Revisi UU ITE Sumber Masalah

Nasional

Aktivis Masjid Tolak Penerbitan Regulasi Baru Soal Perizinan Pondok Pesantren

Headline

Survei SMRC : Elektabilitas PDIP dan Gerindra Menurun

Headline

NasDem Desak Pemerintah Hentikan Program Pelatihan Daring Kartu Prakerja

Headline

Mantan “Gadis Ahok” Kembali Jadi Tersangka Kasus e-KTP

Headline

Loyalis Jokowi kritik Orang Sekitar Istana Tak Kompeten