Home / Headline / Nasional / Top News

Sabtu, 27 Februari 2021 - 15:44 WIB

Pemerintah Didesak Transparan Soal Vaksin Gotong Royong

NasionalPos.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mendesak pemerintah pusat merinci jenis-jenis vaksin yang akan digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong untuk vaksinasi Covid-19 mandiri.

Netty juga meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memproses vaksin tersebut sesuai tahapan keilmuan untuk memastikan keamanan dan khasiatnya.

“Saya meminta pemerintah secara terbuka menyebutkan jenis dan merk vaksin yang mana serta memproses produk vaksin tersebut sesuai tahapan ilmiah untuk memenuhi aspek keamanan dan kehalalannya dari BPOM dan MUI,” kata Netty saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (27/2/2021).

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberikan beberapa catatan untuk pemerintah terkait Program Vaksin Gotong Royong.

Baca Juga  Marketplace Plat Merah Meriahkan Bulan Merah Putih dengan Parade Promo Kemerdekaan

Menurutnya perusahaan atau badan usaha yang mengikut program Vaksinasi Gotong Royong ini harus bisa memberikan jaminan bahwa vaksin diberikan secara gratis dan tidak memotong gaji bulanan tiap karyawan.

“Kedua, jangan sampai kesempatan yang besar ini dimanfaatkan oleh oknum pemburu rente yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Ia juga meminta pemerintah bertindak tegas jika diketahui ada pihak yang memperjualbelikan Vaksin Gotong Royong. Proses distribusi dan pengawasan Vaksinasi Gotong Royong juga harus diawasi ketat oleh pemerintah.

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus melakukan pengawasan pada pengadaan, distribusi, dan pelaksanaan vaksinasi ini di fasilitas kesehatan yang dimaksud dalam aturan ini,” ujarnya.

Baca Juga  Tandatangan Presiden Jokowi untuk Pencabutan Larangan Pukat Udang

Sebagai informasi Vaksin Gotong Royong merupakan program vaksinasi mandiri dari pemerintah, sesuai dengan Kepmenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dalam Rangka Pengendalian Pandemi.

Dalam beleid tersebut, vaksinasi mandiri dilakukan oleh badan usaha/perusahaan sehingga pembiayaannya ditanggung oleh perusahaan. Namun Kemenkes belum memberikan rincian jenis vaksin yang akan digunakan dalam program mandiri ini.

Meski demikian, Kemenkes memastikan jenis vaksin mandiri akan berbeda dengan vaksin gratis program pemerintah. (CNN Indonesia)

Share :

Baca Juga

Headline

Tim Advokasi HRS : Pernyataan Amien Rais Rugikan Korban Penembakan Laskar FPI

Headline

Kembalikan Dukungan PDIP, Kini Cagub Sumbar Tersangka Bareskrim Polri

Nasional

Pasangan Prabowo-Sandi (PAS) Periksa Kesehatan di RSPAD

Megapolitan

Bantuan Mengalir Dari Pihak Swasta Untuk Para Korban Tsunami Selat Sunda

Headline

KAHMI Jaya Polisikan Ketua Jokowi Mania

Headline

Gerindra Kutuk Perusakan Musala di Minahasa

Hukum

Rotasi Jabatan di Kejagung Pasca OTT KPK

Headline

Tak Ada Bukti Pidana, Munarman Minta Blokir Rekening FPI Dibuka Kembali