Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Senin, 4 November 2019 - 20:19 WIB

Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Stabil

Nasionalpos.com, Jakarta – Pemerintah klaim kondisi ekonomi Indonesia relatif stabil di tengah ketidakpastian global. Hal itu tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif stabil di atas 5 persen. Sementara negara tetangga kita Singapura itu sempat mengalami pertumbuhan negatif, terakhir hanya 0,1 persen. Vietnam masih cukup tinggi meskipun juga terjadi pelemahan dikit,” ujar  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI  di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dijelaskan Menkeu, perekonomian dunia mengalami tekanan cukup berat, yang terlihat dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2019 yang turun sekitar 0,7 persen, dari proyeksi 3,7 persen menjadi hanya 3 persen.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (22/6/2020)

“Menurut International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi dunia 3 persen itu sudah masuk resesi dunia. Meskipun kalau definisi resesi ekonomi masing-masing negara adalah dua kali kontraksi dari resesi ekonominya,” katanya.

Lebih jauh, Menkeu mengatakan perdagangan global juga mengalami tekanan yang sangat keras, karena adanya perang dagang antara negara-negara besar, yakni Amerika Serikat, Eropa dan China.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (7/8/2020)

Alhasil, pertumbuhan volume perdagangan dunia 2019 hanya 1,1 persen, di mana hal ini menjadi pertumbuhan perdagangan global yang terlemah sejak sebelum krisis hampir 10 tahun yang lalu.

“Risiko global yang perlu kita waspadai adalah perang dagang yang walaupun sering muncul berita kemungkinan akan ada negosiasi, namun dia masih menyelimuti ketidakpastian global,” imbuhnya.

Menkeu lantas membandingkan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara yang mengalami penurunan. Bahkan, Amerika Serikat mengalami perlambatan akibat kondisi tersebut. Sedangkan Jerman mengalami pertumbuhan negatif, meskipun terakhir hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara Tiongkok yang biasanya tumbuh 7 persen, diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan 5,5 persen hingga akhir 2019. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

“NUTEC Plastic”, Inovasi Pemanfaatan Teknologi Nuklir untuk Tekan Polusi Sampah Plastik

Top News

IGMK Akan Laporkan Ahok Soal Dugaan Penistaan Agama Kristen

Ekonomi

Menkeu Susun Program dan Proyek yang Akan Dibiayai IDB

Headline

Joko Tjandra Bebas Melenggang, Jaksa Agung Pertanyakan Pencekalan Imigrasi

Nasional

James Riady Pernah Datangi Rumah Neneng Bupati Bekasi

Headline

Yasonna Sebut 41 Korban Tewas Musibah Kebakaran LP Tangerang

Headline

Mentan Ingatkan Jangan Ada Lagi KKN

Headline

Tokoh Sekuler Ataturk Akan Dijadikan Nama Jalan di Kawasan Menteng