Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Kamis, 19 Maret 2020 - 01:25 WIB

Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2020 Mengalami Tekanan

Nasionalpos.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 akan mengalami tekanan sebagai dampak dari penyebaran COVID-19.

“Kita akan sangat hati-hati untuk Q2, mungkin kita menghadapi tekanan yang cukup signifikan,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers APBN yang dipantau melalui layanan streaming di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi bisa mengalami disrupsi karena konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2020 tidak akan tumbuh optimal.

Salah satu alasannya adalah periode Lebaran, yang biasanya menjadi andalan dalam menyumbang konsumsi, diperkirakan tidak akan semeriah biasanya karena orang-orang menahan diri untuk melakukan perjalanan.

Baca Juga  IPW Duga Rotasi Pati Untuk Penganti Kapolri, Ini Jendral Bintang Tiga Diposisi Baru

“Tadinya kita berharap Lebaran atau mudik, tapi kalau kita beri THR dan gaji ke-13, orang-orang malah di rumah dan tidak spending ini akan menahan pertumbuhan kita,” ujarnya.

Menurut dia, perlambatan itu mulai terlihat pada triwulan I-2020 sehingga pertumbuhan ekonomi pada periode ini diproyeksikan hanya berada pada kisaran 4,5 persen-4,9 persen.

Meski demikian, ia mengharapkan adanya pembalikan kondisi di triwulan III-IV 2020, apalagi AS maupun negara-negara di Eropa mulai menemukan cara untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Baca Juga  Defisit APBN Bengkak Hingga Rp135,8 Triliun PDB

“Kalau berbagai upaya itu bisa menghilangkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan muncul antivirus, maka semua akan berubah di triwulan tiga dan empat,” ujarnya.

Sri Mulyani memastikan pemerintah telah mengeluarkan stimulus maupun melakukan realokasi sejumlah belanja Kementerian Lembaga maupun pemerintah daerah untuk penanganan dampak COVID-19.

Salah satu stimulus itu mencakup pelonggaran pungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, 22 dan 25 maupun restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk menjaga kelangsungan industri manufaktur.

Stimulus lain yang juga disiapkan berupa pelonggaran defisit anggaran hingga 0,8 persen terhadap PDB atau senilai Rp120 triliun agar kegiatan ekonomi tidak terdampak COVID-19. Demikian dilansir dari Antaranews.com. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Vaksinasi Maritim TNI AL Seskoal Masuk Hari Ke – 3 di Mall Gandaria City Jakarta Selatan BY REDAKSI ON 04/10/2021

Headline

KLB Demokrat Putuskan Moeldoko Ketum dan Marzuki Ketua Wanbin

Headline

Pembubaran Ormas Mengulang Sejarah Orba

Ekonomi

Tinjau Tol Semarang-Demak Seksi 2, Presiden Jokowi : Dukung Pertumbuhan Pusat Ekonomi Baru di Provinsi Jawa Tengah

Headline

Rusia Pertimbangkan Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Headline

Jaksa Agung Rotasi 4 Pejabat Eselon I

Headline

Rusia Tuding Keterlibatan Negara Asing Dalam Pemilu Lewat Serangan Cyber

Headline

Update Data Corona (19/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 144.945 Orang dan Meninggal 6.346 Orang